Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
Senin, 06 Juli 2026 - 21:12 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Jenderal FSC International Subhra Bhattacharjee mengatakan Indonesia memiliki posisi penting dalam rantai pasok global produk kehutanan karena memiliki kawasan hutan tropis yang luas serta potensi besar dalam penyediaan produk hasil hutan berkelanjutan.
"Kemitraan antara SVLK dan FSC ini merupakan langkah strategis yang mencerminkan komitmen global FSC untuk menunjukkan nilai dan manfaat pengelolaan hutan yang bertanggung jawab," kata Subhra.
Baca Juga: Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Ia menilai pengembangan mekanisme audit gabungan dapat membuka peluang ekonomi lebih luas bagi pelaku usaha kehutanan Indonesia untuk bersaing di pasar domestik maupun internasional. Selain itu, kolaborasi tersebut diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor kehutanan.
Setelah penandatanganan MoU, Kementerian Kehutanan dan FSC dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, untuk meninjau praktik pengelolaan rotan bersertifikat FSC yang dijalankan Perkumpulan Petani Rotan Katingan (P2RK). Kunjungan itu diharapkan menjadi contoh pengelolaan hasil hutan bukan kayu yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
"Kemitraan antara SVLK dan FSC ini merupakan langkah strategis yang mencerminkan komitmen global FSC untuk menunjukkan nilai dan manfaat pengelolaan hutan yang bertanggung jawab," kata Subhra.
Baca Juga: Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Ia menilai pengembangan mekanisme audit gabungan dapat membuka peluang ekonomi lebih luas bagi pelaku usaha kehutanan Indonesia untuk bersaing di pasar domestik maupun internasional. Selain itu, kolaborasi tersebut diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor kehutanan.
Setelah penandatanganan MoU, Kementerian Kehutanan dan FSC dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, untuk meninjau praktik pengelolaan rotan bersertifikat FSC yang dijalankan Perkumpulan Petani Rotan Katingan (P2RK). Kunjungan itu diharapkan menjadi contoh pengelolaan hasil hutan bukan kayu yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
(nng)
Lihat Juga :