BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 - 19:04 WIB
loading...
A A A
Menghadapi tekanan eksternal tersebut, Denny menegaskan bahwa BI akan mengambil langkah preventif dan tidak tinggal diam. Bank sentral siap mengerahkan seluruh instrumen bauran kebijakan demi membentengi stabilitas rupiah dengan bersiaga mengawal pasar selama 24 jam penuh, baik pada jaringan pasar luar negeri maupun domestik.

Langkah yang diambil BI mencakup operasi intervensi pada tiga lini pasar keuangan strategis sekaligus menjalin komunikasi dua arah secara intensif dengan para pelaku pasar modal. Denny menilai, lewat intervensi terukur ini, tingkat kejatuhan rupiah masih terpantau lebih baik dan terukur jika dikomparasikan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Baca Juga: Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)

"Dengan transaksi di pasar spot, di pasar NDF (Non-Deliverable Forward), di pasar DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) dan juga melakukan komunikasi yang intens dengan pelaku pasar. Oleh sebab itu kita bisa melihat bagaimana Rupiah perkembangannya relatively termasuk baik dibandingkan negara emerging market yang lain," jelas Denny.

Lewat eksekusi beruntun dari berbagai stimulus moneter tersebut, BI memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah akan berangsur-angsur pulih dan bergerak stabil ke depan. Kendati demikian, Denny menggarisbawahi bahwa stabilitas kurs tidak bisa ditopang oleh bank sentral sendiri, melainkan butuh dukungan dari seluruh pemangku kebijakan terkait.

"Dan tentunya kita berharap ke depan rupiah bisa stabil, akan mulai perlahan menguat terhadap USD. Oleh sebab itu tentunya sinergi dari berbagai bagian pihak itu sangat diperlukan untuk sama-sama membawa Rupiah kita menguat terhadap USD," pungkas Denny.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
7 Tips Bikin Konten...
7 Tips Bikin Konten Review Produk yang Menarik ala Kreator TikTok Novita Sari
Karina Ranau Trauma...
Karina Ranau Trauma Berat Usai Dianiaya hingga Takut Pergi ke Warung Sendiri
Berita Terkini
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
Kinerja BUMN Menguat,...
Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
Euforia Pesta Bola Dunia...
Euforia Pesta Bola Dunia Menular ke Aset Kripto, Trade for Glory 2026 Digelar
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved