Danantara Mulai Merger Empat Perusahaan Pengelola Aset BUMN
Selasa, 07 Juli 2026 - 19:37 WIB
loading...
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memutuskan mengintegrasikan empat perusahaan pengelola aset milik BUMN. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memutuskan mengintegrasikan empat perusahaan pengelola aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi satu entitas. Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat tata kelola investasi, meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara, serta memperbesar daya saing industri investasi nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pelaksana BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan penggabungan itu bertujuan membangun platform pengelolaan aset yang lebih kuat, profesional, dan terintegrasi.
"Langkah ini bertujuan untuk mengintegrasikan portofolio, memperkuat kapabilitas, tata kelola serta menciptakan platform pengelolaan aset yang lebih efisien dan profesional," kata Dony dalam keterangan pers, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Keputusan tersebut disepakati dalam rapat pimpinan Danantara yang dihadiri CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, serta jajaran pimpinan lainnya. Rapat menyepakati merger sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur kelembagaan pengelolaan aset di bawah Danantara.
Empat perusahaan yang akan digabung meliputi Mandiri Manajemen Investasi, BRI Manajemen Investasi PNM Investment Management dan BNI Asset Management. Melalui integrasi tersebut, Danantara berupaya menyatukan potensi pengelolaan aset yang selama ini dijalankan secara terpisah agar lebih optimal dan terkoordinasi.
Menurut Dony, sinergi operasional melalui entitas baru diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas pengelolaan investasi sekaligus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Langkah tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing industri pengelolaan aset Indonesia di tingkat global.
"Melalui merger ini, Danantara menjadi perusahaan asset management terbesar di Indonesia yang mampu mengoptimalkan nilai aset negara, meningkatkan daya tarik investasi, serta memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi nasional," ujarnya.
Baca Juga: Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Danantara menilai penyatuan empat perusahaan tersebut akan memperkuat koordinasi pengelolaan investasi BUMN, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung optimalisasi pemanfaatan aset negara sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pelaksana BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan penggabungan itu bertujuan membangun platform pengelolaan aset yang lebih kuat, profesional, dan terintegrasi.
"Langkah ini bertujuan untuk mengintegrasikan portofolio, memperkuat kapabilitas, tata kelola serta menciptakan platform pengelolaan aset yang lebih efisien dan profesional," kata Dony dalam keterangan pers, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Keputusan tersebut disepakati dalam rapat pimpinan Danantara yang dihadiri CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, serta jajaran pimpinan lainnya. Rapat menyepakati merger sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur kelembagaan pengelolaan aset di bawah Danantara.
Empat perusahaan yang akan digabung meliputi Mandiri Manajemen Investasi, BRI Manajemen Investasi PNM Investment Management dan BNI Asset Management. Melalui integrasi tersebut, Danantara berupaya menyatukan potensi pengelolaan aset yang selama ini dijalankan secara terpisah agar lebih optimal dan terkoordinasi.
Menurut Dony, sinergi operasional melalui entitas baru diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas pengelolaan investasi sekaligus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Langkah tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing industri pengelolaan aset Indonesia di tingkat global.
"Melalui merger ini, Danantara menjadi perusahaan asset management terbesar di Indonesia yang mampu mengoptimalkan nilai aset negara, meningkatkan daya tarik investasi, serta memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi nasional," ujarnya.
Baca Juga: Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Danantara menilai penyatuan empat perusahaan tersebut akan memperkuat koordinasi pengelolaan investasi BUMN, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung optimalisasi pemanfaatan aset negara sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
(nng)
Lihat Juga :