Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
Selasa, 07 Juli 2026 - 20:32 WIB
loading...
Ketika sejumlah BUMN mencatatkan peningkatan kinerja yang signifikan, muncul motor baru penggerak pertumbuhan ekonomi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Di bawah pengelolaan Danantara Indonesia, kinerja sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dinilai menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Perusahaan di sektor perbankan, energi, telekomunikasi, pertambangan, hingga perkebunan mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan, mencerminkan semakin kuatnya fondasi transformasi BUMN .
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) misalnya, membukukan laba sekitar Rp60,6 triliun. Kemudian, PT Bank Mandiri Rp55,8 triliun, PT Telkom Indonesia Rp23,6 triliun, PT Pertamina sekitar USD3,13 miliar, dan MIND ID mencatatkan laba sekitar Rp40 triliun.
Selain itu, sejumlah BUMN yang mendukung ketahanan pangan nasional juga turut mencatatakan pertumbuhan. Pupuk Indonesia membukukan laba Rp4,8 triliun, meningkat Rp3,2 triliun.
Baca Juga: Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Sementara Holding Perkebunan Nusantara PTPN III mencatatkan lompatan kinerja yang tak kalah menonjol. Pada tahun buku 2025, PTPN Group membukukan laba bersih Rp6,39 triliun, meningkat 81% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu menempatkan PTPN Group sebagai salah satu BUMN dengan peningkatan kinerja paling progresif dalam beberapa tahun terakhir.
Pengamat agroindustri dan analis kebijakan publik Universitas Andalas, Muhammad Makky menilai capaian PTPN menunjukkan bahwa transformasi BUMN kini tidak hanya ditopang oleh sektor-sektor tradisional seperti perbankan, energi, telekomunikasi, maupun pertambangan. Tetapi juga mulai diperkuat oleh sektor agroindustri yang memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional.
"Keberhasilan sejumlah BUMN membukukan pertumbuhan laba menunjukkan transformasi yang dijalankan pemerintah mulai menghasilkan fondasi bisnis yang semakin sehat. Peningkatan laba PTPN Group menjadi sinyal penting bahwa sektor perkebunan kini mampu tampil sebagai salah satu pilar baru penggerak ekonomi nasional," ujar Makky dalam keterangannya dikutip Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar menunjukkan peningkatan profitabilitas perusahaan, tapi juga mencerminkan keberhasilan pembenahan tata kelola, efisiensi operasional, integrasi bisnis, hingga optimalisasi aset yang dilakukan secara konsisten sejak beberapa tahun terakhir.
Makky menambahkan, peran PTPN Group ke depan akan semakin strategis seiring penguatan agenda hilirisasi yang tengah dijalankan pemerintah. Baca Juga: Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
“Pemerintah saat ini mendorong hilirisasi sebagai strategi meningkatkan daya saing industri sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri. PTPN berada pada posisi yang sangat strategis untuk menjalankan agenda tersebut," katanya.
Ia juga menilai penguatan sektor perkebunan akan semakin penting dalam mendukung program ketahanan energi nasional. Kebijakan pemerintah memperluas pemanfaatan biodiesel B50 serta pengembangan bioetanol membutuhkan pasokan bahan baku yang berkelanjutan, sehingga menempatkan perusahaan perkebunan negara sebagai bagian penting dalam ekosistem energi baru dan terbarukan.
"Ketahanan energi tidak hanya berbicara mengenai kilang atau distribusi energi, tetapi juga mengenai kesiapan sektor hulu," tandasnya.
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) misalnya, membukukan laba sekitar Rp60,6 triliun. Kemudian, PT Bank Mandiri Rp55,8 triliun, PT Telkom Indonesia Rp23,6 triliun, PT Pertamina sekitar USD3,13 miliar, dan MIND ID mencatatkan laba sekitar Rp40 triliun.
Selain itu, sejumlah BUMN yang mendukung ketahanan pangan nasional juga turut mencatatakan pertumbuhan. Pupuk Indonesia membukukan laba Rp4,8 triliun, meningkat Rp3,2 triliun.
Baca Juga: Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Sementara Holding Perkebunan Nusantara PTPN III mencatatkan lompatan kinerja yang tak kalah menonjol. Pada tahun buku 2025, PTPN Group membukukan laba bersih Rp6,39 triliun, meningkat 81% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu menempatkan PTPN Group sebagai salah satu BUMN dengan peningkatan kinerja paling progresif dalam beberapa tahun terakhir.
Pengamat agroindustri dan analis kebijakan publik Universitas Andalas, Muhammad Makky menilai capaian PTPN menunjukkan bahwa transformasi BUMN kini tidak hanya ditopang oleh sektor-sektor tradisional seperti perbankan, energi, telekomunikasi, maupun pertambangan. Tetapi juga mulai diperkuat oleh sektor agroindustri yang memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional.
"Keberhasilan sejumlah BUMN membukukan pertumbuhan laba menunjukkan transformasi yang dijalankan pemerintah mulai menghasilkan fondasi bisnis yang semakin sehat. Peningkatan laba PTPN Group menjadi sinyal penting bahwa sektor perkebunan kini mampu tampil sebagai salah satu pilar baru penggerak ekonomi nasional," ujar Makky dalam keterangannya dikutip Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar menunjukkan peningkatan profitabilitas perusahaan, tapi juga mencerminkan keberhasilan pembenahan tata kelola, efisiensi operasional, integrasi bisnis, hingga optimalisasi aset yang dilakukan secara konsisten sejak beberapa tahun terakhir.
Makky menambahkan, peran PTPN Group ke depan akan semakin strategis seiring penguatan agenda hilirisasi yang tengah dijalankan pemerintah. Baca Juga: Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
“Pemerintah saat ini mendorong hilirisasi sebagai strategi meningkatkan daya saing industri sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri. PTPN berada pada posisi yang sangat strategis untuk menjalankan agenda tersebut," katanya.
Ia juga menilai penguatan sektor perkebunan akan semakin penting dalam mendukung program ketahanan energi nasional. Kebijakan pemerintah memperluas pemanfaatan biodiesel B50 serta pengembangan bioetanol membutuhkan pasokan bahan baku yang berkelanjutan, sehingga menempatkan perusahaan perkebunan negara sebagai bagian penting dalam ekosistem energi baru dan terbarukan.
"Ketahanan energi tidak hanya berbicara mengenai kilang atau distribusi energi, tetapi juga mengenai kesiapan sektor hulu," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :