Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Kamis, 09 Juli 2026 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Gangguan pasokan dipicu oleh serangan drone Ukraina yang terus menyasar kilang minyak, fasilitas energi, dan infrastruktur di wilayah Rusia maupun Crimea yang dianeksasi Rusia pada 2014. Citra satelit NASA juga menunjukkan penurunan signifikan intensitas cahaya pada malam hari di Crimea dibandingkan tahun lalu, mengindikasikan terganggunya pasokan listrik.
Di saat yang sama, pasar energi global menghadapi tekanan tambahan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kekhawatiran kembali mencuat setelah gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran dinilai semakin rapuh, sehingga meningkatkan risiko terganggunya arus minyak melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sebelumnya dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Baca Juga: Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Losada menilai larangan ekspor Rusia akan memperburuk kondisi pasar karena terjadi bersamaan dengan terbatasnya arus minyak dari Timur Tengah. Sementara itu, analis senior Kpler Davin Tonyan memperkirakan kebijakan tersebut akan mendorong kenaikan harga diesel global, meski larangan ekspor diperkirakan tidak berlangsung lama mengingat besarnya potensi pendapatan ekspor yang harus dikorbankan Rusia.
Rusia merupakan eksportir diesel terbesar kedua di dunia setelah AS. Negara tujuan utama ekspor solar Rusia adalah Turki dan Brasil. Berkurangnya pasokan ke kedua negara diperkirakan akan meningkatkan persaingan memperoleh pasokan dari AS, Timur Tengah, dan India. Data Intercontinental Exchange menunjukkan harga acuan diesel global sempat melonjak hampir 13% sebelum akhirnya terkoreksi lebih dari 3% pada perdagangan berikutnya.
Di saat yang sama, pasar energi global menghadapi tekanan tambahan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kekhawatiran kembali mencuat setelah gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran dinilai semakin rapuh, sehingga meningkatkan risiko terganggunya arus minyak melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sebelumnya dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Baca Juga: Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Losada menilai larangan ekspor Rusia akan memperburuk kondisi pasar karena terjadi bersamaan dengan terbatasnya arus minyak dari Timur Tengah. Sementara itu, analis senior Kpler Davin Tonyan memperkirakan kebijakan tersebut akan mendorong kenaikan harga diesel global, meski larangan ekspor diperkirakan tidak berlangsung lama mengingat besarnya potensi pendapatan ekspor yang harus dikorbankan Rusia.
Rusia merupakan eksportir diesel terbesar kedua di dunia setelah AS. Negara tujuan utama ekspor solar Rusia adalah Turki dan Brasil. Berkurangnya pasokan ke kedua negara diperkirakan akan meningkatkan persaingan memperoleh pasokan dari AS, Timur Tengah, dan India. Data Intercontinental Exchange menunjukkan harga acuan diesel global sempat melonjak hampir 13% sebelum akhirnya terkoreksi lebih dari 3% pada perdagangan berikutnya.
(nng)
Lihat Juga :