Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis

Jum'at, 10 Juli 2026 - 21:36 WIB
loading...
Mendorong Penguatan...
Serikat Karyawan Bank Jakarta menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang berfokus pada penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Musyawarah Besar (Mubes) Serikat Karyawan Bank Jakarta menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang berfokus pada penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG). Salah satu poin utama yang disoroti adalah perlunya audit independen terhadap kebijakan sumber daya manusia ( SDM ), termasuk evaluasi rekrutmen, penempatan pegawai, dan sistem pengembangan karier.

Reksa Ardiyansah yang kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Serikat Karyawan PT Bank Jakarta periode 2026–2029 mengatakan, Forum menilai sejumlah kebijakan SDM, mulai dari penempatan pegawai, mekanisme rekrutmen melalui skema professional hired, hingga pengelolaan jenjang karier, perlu dievaluasi secara menyeluruh dan objektif. Menurut peserta Mubes, isu-isu tersebut telah menjadi bagian penting dari penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang berpengaruh terhadap kepercayaan pemegang saham, regulator, maupun publik.

"Karena itu, Serikat Karyawan meminta Direksi, Dewan Komisaris, pemegang saham, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan perhatian terhadap kebijakan SDM agar seluruh proses berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan kepatuhan terhadap regulasi," kata Reksa dalam keterangan tertulis dikutip, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Bank Jakarta Bangun Kantor Pusat di SCBD, Purbaya: OJK dan LPS Enggak Jadi

Salah satu rekomendasi utama yang dihasilkan adalah pelaksanaan audit independen terhadap kebijakan SDM. Audit tersebut diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi terhadap penempatan pegawai di organisasi Internal Project Assignment (IPA) dan Executive Business Officer (EBO), termasuk efektivitas mekanisme rekrutmen melalui skema professional hired.

Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis


"Serikat menilai seluruh proses tersebut perlu disesuaikan dengan ketentuan tata kelola perbankan dan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku guna memastikan sistem manajemen SDM berjalan secara profesional dan akuntabel," katanya.



Selain penguatan tata kelola, Mubes juga menghasilkan empat rekomendasi strategis kepada manajemen Bank Jakarta. Pertama, meninjau kembali struktur kesejahteraan dan remunerasi agar lebih berkeadilan bagi karyawan karier. Kedua, melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan sepanjang semester pertama 2026 sebagai landasan penyusunan strategi bisnis ke depan.

Baca Juga: Terserap Habis, Purbaya Diminta Tambah Kucuran Dana Rp15 Triliun ke Bank Jakarta

Rekomendasi ketiga adalah menghentikan sementara rekrutmen melalui skema professional hired hingga dilakukan audit menyeluruh mengenai efektivitas serta kontribusinya terhadap pertumbuhan perusahaan. Sementara rekomendasi keempat meminta manajemen memberikan kepastian hukum bagi karyawan yang sedang menjalani proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Hasil musyawarah besar ini merupakan rekomendasi resmi dari anggota yang akan kami komunikasikan kepada manajemen. Harapannya, masukan tersebut dapat memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kesejahteraan karyawan, serta mendukung perbaikan kinerja Bank Jakarta," ujar Reksa.

Menurutnya, penguatan tata kelola perusahaan dan evaluasi kebijakan SDM menjadi langkah penting untuk membangun Bank Jakarta yang semakin profesional, sehat, dan berdaya saing di industri perbankan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Konsisten Jaga Kinerja...
Konsisten Jaga Kinerja dan Daya Saing, MARK Raih Penghargaan Nasional
Tokopedia Sangkal PHK...
Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
Heboh PHK Massal, Said...
Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Polisi Ungkap Peran...
Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan di Senen
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Rekomendasi
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
Argentina vs Swiss:...
Argentina vs Swiss: La Albiceleste Dibayangi Tembok Kokoh La Nati
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Infografis
4 Alasan yang Membuat...
4 Alasan yang Membuat Rusia Ditakuti oleh Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved