BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:05 WIB
loading...
Perum BULOG bersama Komisi IV DPR RI memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan petani melalui kunjungan kerja spesifik di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. FOTO/BULOG
A
A
A
KLATEN - Perum BULOG bersama Komisi IV DPR RI memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan petani melalui kunjungan kerja spesifik di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kesejahteraan petani melalui kepastian harga gabah dan berbagai bentuk dukungan di sentra produksi pangan.
"Petani sangat bersyukur dengan penetapan harga gabah Rp6.500 per kilogram. Ditambah berbagai bantuan yang diberikan, kebijakan ini memberikan manfaat nyata dan diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan petani," kata Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi dalam kunjungan kerja tersebut seperti dikutip pada Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI beserta anggota, Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, jajaran pemerintah daerah, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Rangkaian kegiatan diawali dengan panen raya menggunakan metode panen manual dan combine harvester sebagai simbol penerapan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
Dalam kesempatan itu, BULOG menyalurkan bantuan berupa timbangan digital dan paket sembako kepada Gapoktan, serta perlengkapan alat tulis bagi anak-anak di sekitar kawasan pertanian. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan petani dan masyarakat di wilayah sentra produksi pangan.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan keberhasilan sektor pangan nasional merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pupuk Indonesia hingga Tim Jemput Gabah BULOG.
"Stok beras Indonesia saat ini mencapai sekitar 5,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Dengan HPP gabah sebesar Rp6.500 sesuai Instruksi Presiden, hingga semester I 2026 BULOG telah menyerap 3,2 juta ton dari target 4 juta ton. Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia," ujar Rizal.
Baca Juga: Prabowo Sidak ke Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Aman dan Distribusi Tepat Sasaran
Lebih lanjut, penyerapan gabah yang terus meningkat merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah. Kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) juga dinilai mampu memberikan kepastian pendapatan bagi petani sehingga mendorong peningkatan produksi nasional.
Sinergi antara DPR RI, pemerintah, BUMN, dan petani diharapkan semakin kuat dalam membangun ekosistem pertanian yang produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
"Petani sangat bersyukur dengan penetapan harga gabah Rp6.500 per kilogram. Ditambah berbagai bantuan yang diberikan, kebijakan ini memberikan manfaat nyata dan diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan petani," kata Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi dalam kunjungan kerja tersebut seperti dikutip pada Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI beserta anggota, Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, jajaran pemerintah daerah, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Rangkaian kegiatan diawali dengan panen raya menggunakan metode panen manual dan combine harvester sebagai simbol penerapan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
Dalam kesempatan itu, BULOG menyalurkan bantuan berupa timbangan digital dan paket sembako kepada Gapoktan, serta perlengkapan alat tulis bagi anak-anak di sekitar kawasan pertanian. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan petani dan masyarakat di wilayah sentra produksi pangan.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan keberhasilan sektor pangan nasional merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pupuk Indonesia hingga Tim Jemput Gabah BULOG.
"Stok beras Indonesia saat ini mencapai sekitar 5,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Dengan HPP gabah sebesar Rp6.500 sesuai Instruksi Presiden, hingga semester I 2026 BULOG telah menyerap 3,2 juta ton dari target 4 juta ton. Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia," ujar Rizal.
Baca Juga: Prabowo Sidak ke Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Aman dan Distribusi Tepat Sasaran
Lebih lanjut, penyerapan gabah yang terus meningkat merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah. Kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) juga dinilai mampu memberikan kepastian pendapatan bagi petani sehingga mendorong peningkatan produksi nasional.
Sinergi antara DPR RI, pemerintah, BUMN, dan petani diharapkan semakin kuat dalam membangun ekosistem pertanian yang produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :