Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:33 WIB
loading...
Imbal Hasil Obligasi...
Obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) dinilai semakin berperan dalam menentukan arah pergerakan nilai tukar mata uang di pasar valuta asing. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah, khususnya obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury), dinilai semakin berperan dalam menentukan arah pergerakan nilai tukar mata uang di pasar valuta asing (forex). Di tengah dinamika ekonomi global sepanjang 2026, indikator tersebut bahkan dinilai lebih cepat mencerminkan perubahan sentimen pasar dibandingkan sejumlah berita ekonomi maupun politik.

"Imbal hasil dapat menjadi petunjuk mengenai arah dan alasan di balik pergerakan modal global. Meskipun berita dapat memicu volatilitas dalam jangka pendek, sering kali selisih imbal hasil lebih berpengaruh terhadap pergerakan mata uang dalam jangka panjang," demikian disampaikan JustMarkets dalam kajian pasar yang dikutip pada Sabtu (11/7/2026).

Baca Juga: Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar

Menurut kajian tersebut, imbal hasil obligasi mencerminkan tingkat keuntungan yang diperoleh investor dari kepemilikan surat utang pemerintah. Ketika imbal hasil Treasury AS meningkat, aset berdenominasi dolar menjadi lebih menarik sehingga mendorong aliran modal masuk ke Amerika Serikat dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.

Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas


Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan pasangan mata uang utama. Pada pasangan EUR/USD, misalnya, penguatan dolar umumnya terjadi ketika imbal hasil Treasury AS naik lebih cepat dibandingkan obligasi pemerintah di kawasan Eropa. Sebaliknya, penyempitan selisih imbal hasil dapat menopang penguatan euro terhadap dolar.

Sementara itu, pada pasangan GBP/USD, arah pergerakan nilai tukar tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi Inggris, tetapi juga perbedaan imbal hasil obligasi kedua negara. Jika imbal hasil obligasi Inggris meningkat lebih tinggi dibandingkan Treasury AS, nilai tukar pound sterling berpotensi menguat. Sebaliknya, kenaikan imbal hasil AS yang lebih besar cenderung memperkuat dolar.



JustMarkets menilai pasar saat ini lebih cepat merespons perubahan ekspektasi investor yang tercermin pada pasar obligasi dibandingkan pernyataan bank sentral atau perkembangan politik. Pasar obligasi dapat secara langsung merefleksikan perubahan pandangan terhadap inflasi, prospek pertumbuhan ekonomi, maupun arah kebijakan suku bunga.

Baca Juga: Pertama Sejak Perang Dunia II, Negara Uni Eropa Terbitkan Obligasi Perang

Sebab itu, trader disarankan tidak hanya mengikuti berita utama, tetapi juga memantau tren imbal hasil Treasury AS, selisih imbal hasil dengan kawasan Eropa dan Inggris, perkembangan pasar obligasi pemerintah, serta perubahan ekspektasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Analisis tersebut juga perlu dipadukan dengan pergerakan aset lain seperti saham, emas, dan komoditas untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai arus modal global.

JustMarkets menambahkan bahwa pemanfaatan informasi lintas kelas aset, mulai dari forex, indeks saham hingga komoditas, dapat membantu pelaku pasar memahami hubungan antar-instrumen keuangan sekaligus meningkatkan kualitas analisis sebelum mengambil keputusan investasi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Jangan Lewatkan Penawaran...
Jangan Lewatkan Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah Global Mediacom Tahap II Tahun 2026!
Perbandingan Obligasi...
Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya
Mantan GM Sebut Direktur...
Mantan GM Sebut Direktur CMNP Beri Mandat ke Bhakti Investama untuk Jual Surat Obligasi dan MTN
Pertama Sejak Perang...
Pertama Sejak Perang Dunia II, Negara Uni Eropa Terbitkan Obligasi Perang
China Terbitkan Obligasi...
China Terbitkan Obligasi 50 Tahun, Langkah Putus Asa Pertahankan Stabilitas Fiskal
Rekomendasi
Hadir dan Sapa Masyarakat...
Hadir dan Sapa Masyarakat Batam, ACC Carnival Tebar Promo Menarik
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved