Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Abdul Rivai Ras, dinamika industri perkebunan saat ini telah mengalami perubahan yang sangat cepat. Persaingan global, volatilitas harga komoditas, dampak perubahan iklim, tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan, hingga percepatan digitalisasi telah mengubah paradigma pengelolaan perusahaan perkebunan.
Baca Juga: Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
"Mengelola PTPN I hari ini bukan lagi sekadar mengelola kebun atau mengejar target produksi. Amanah ini adalah tanggung jawab untuk membangun sebuah korporasi negara yang mampu bersaing di tingkat global dan menciptakan nilai tambah," kata Rivai yang menyelesaikan gelar doktornya di Uiversitas Indonesia pada 2010 itu.
Untuk mewujudkan visi itu, PTPN I menetapkan lima pilar transformasi sebagai fondasi pembangunan perusahaan menuju korporasi agribisnis berkelas dunia. Yaitu, tata kelola perusahaan yang baik (GCG), penguatan manajemen risiko, digitalisasi manajemen, optimalisasi aset negara, dan penguatan sinergi kelembagaan.
Soal GCG, seluruh proses bisnis PTPN I harus dijalankan secara transparan, akuntabel, profesional, serta menjunjung tinggi kepatuhan terhadap regulasi. Penguatan manajemen risiko, adalah benteng terkuat untuk menjaga keamanan aset dari risiko bias.
"Perusahaan yang kuat bukan hanya mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola risiko secara terukur sehingga tetap tumbuh secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global," tegas Rivai.
Baca Juga: Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
"Mengelola PTPN I hari ini bukan lagi sekadar mengelola kebun atau mengejar target produksi. Amanah ini adalah tanggung jawab untuk membangun sebuah korporasi negara yang mampu bersaing di tingkat global dan menciptakan nilai tambah," kata Rivai yang menyelesaikan gelar doktornya di Uiversitas Indonesia pada 2010 itu.
Untuk mewujudkan visi itu, PTPN I menetapkan lima pilar transformasi sebagai fondasi pembangunan perusahaan menuju korporasi agribisnis berkelas dunia. Yaitu, tata kelola perusahaan yang baik (GCG), penguatan manajemen risiko, digitalisasi manajemen, optimalisasi aset negara, dan penguatan sinergi kelembagaan.
Soal GCG, seluruh proses bisnis PTPN I harus dijalankan secara transparan, akuntabel, profesional, serta menjunjung tinggi kepatuhan terhadap regulasi. Penguatan manajemen risiko, adalah benteng terkuat untuk menjaga keamanan aset dari risiko bias.
"Perusahaan yang kuat bukan hanya mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola risiko secara terukur sehingga tetap tumbuh secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global," tegas Rivai.
Lihat Juga :