Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:24 WIB
loading...
Pendiri Next Step Assed Lussak. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Next Step memperkuat konektivitas Indonesia dan China melalui pendampingan ekspor bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus membuka akses pendidikan bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di Negeri Tirai Bambu. Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong pelaku usaha dan generasi muda memanfaatkan peluang kerja sama ekonomi dan pendidikan yang terus berkembang antara kedua negara.
"Saya melihat ada potensi raksasa yang belum tergarap optimal oleh para pelaku usaha lokal karena kurangnya keberanian serta minimnya akses informasi untuk melangkah keluar dari zona nyaman pasar domestik," kata Pendiri Next Step Assed Lussak dalam keterangan pers, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Assed, alumnus Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), mengatakan Next Step hadir sebagai mitra bagi UMKM yang ingin menembus pasar China melalui pendampingan mulai dari pengenalan pasar, analisis potensi produk, hingga fasilitasi business matching. Perusahaan juga membantu proses penyusunan dokumen kerja sama, seperti Letter of Intent (LOI) dan Letter of Agreement (LOA), agar pelaku usaha lebih siap melakukan ekspor.
Selain itu, Next Step melakukan kurasi terhadap berbagai produk unggulan Indonesia yang dinilai memiliki daya saing di pasar China, mulai dari komoditas, furnitur, hingga produk industri kreatif. Langkah tersebut didukung dengan pembukaan kantor perwakilan di Shanghai untuk memperkuat jaringan dan memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha Indonesia.
Menurut Assed, meski jumlah UMKM yang difasilitasi masih terbatas, hasil yang dicapai mulai menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, sekitar 10 pelaku usaha skala menengah telah difasilitasi menembus pasar China dengan nilai transaksi masing-masing mencapai lebih dari Rp1 miliar per bulan.
Tidak hanya berfokus pada perdagangan, Next Step juga mengembangkan layanan konsultasi pendidikan bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi jenjang sarjana, magister, maupun doktor di sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok, seperti Beijing Institute of Technology, Tianjin University, dan Beijing Language and Cultural University.
"Dengan menyediakan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi pemilihan jurusan, pencarian beasiswa, hingga proses pendaftaran, kami melihat banyak calon mahasiswa dan keluarga membutuhkan proses yang lebih terarah dan mudah dipahami," ujar Assed.
Baca Juga: Bikin Omzet Naik, Sandi Uno Sebut Inkubasi Berhasil Naikan Kelas UMKM
Assed mengatakan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai penerima beasiswa Tanoto Foundation saat menempuh pendidikan di UGM. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk memperluas akses pendidikan sekaligus membuka peluang internasional bagi generasi muda Indonesia.
Di luar aktivitas bisnis, Assed juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial melalui Yayasan Tunas Bakti Nusantara yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat. Menurut dia, penguatan kualitas sumber daya manusia, akses pendidikan, dan perluasan pasar internasional merupakan fondasi penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Ia berharap sinergi di bidang perdagangan dan pendidikan dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha serta generasi muda yang mampu membangun kerja sama internasional, sehingga hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok semakin kuat dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Saya melihat ada potensi raksasa yang belum tergarap optimal oleh para pelaku usaha lokal karena kurangnya keberanian serta minimnya akses informasi untuk melangkah keluar dari zona nyaman pasar domestik," kata Pendiri Next Step Assed Lussak dalam keterangan pers, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Assed, alumnus Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), mengatakan Next Step hadir sebagai mitra bagi UMKM yang ingin menembus pasar China melalui pendampingan mulai dari pengenalan pasar, analisis potensi produk, hingga fasilitasi business matching. Perusahaan juga membantu proses penyusunan dokumen kerja sama, seperti Letter of Intent (LOI) dan Letter of Agreement (LOA), agar pelaku usaha lebih siap melakukan ekspor.
Selain itu, Next Step melakukan kurasi terhadap berbagai produk unggulan Indonesia yang dinilai memiliki daya saing di pasar China, mulai dari komoditas, furnitur, hingga produk industri kreatif. Langkah tersebut didukung dengan pembukaan kantor perwakilan di Shanghai untuk memperkuat jaringan dan memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha Indonesia.
Menurut Assed, meski jumlah UMKM yang difasilitasi masih terbatas, hasil yang dicapai mulai menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, sekitar 10 pelaku usaha skala menengah telah difasilitasi menembus pasar China dengan nilai transaksi masing-masing mencapai lebih dari Rp1 miliar per bulan.
Tidak hanya berfokus pada perdagangan, Next Step juga mengembangkan layanan konsultasi pendidikan bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi jenjang sarjana, magister, maupun doktor di sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok, seperti Beijing Institute of Technology, Tianjin University, dan Beijing Language and Cultural University.
"Dengan menyediakan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi pemilihan jurusan, pencarian beasiswa, hingga proses pendaftaran, kami melihat banyak calon mahasiswa dan keluarga membutuhkan proses yang lebih terarah dan mudah dipahami," ujar Assed.
Baca Juga: Bikin Omzet Naik, Sandi Uno Sebut Inkubasi Berhasil Naikan Kelas UMKM
Assed mengatakan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai penerima beasiswa Tanoto Foundation saat menempuh pendidikan di UGM. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk memperluas akses pendidikan sekaligus membuka peluang internasional bagi generasi muda Indonesia.
Di luar aktivitas bisnis, Assed juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial melalui Yayasan Tunas Bakti Nusantara yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat. Menurut dia, penguatan kualitas sumber daya manusia, akses pendidikan, dan perluasan pasar internasional merupakan fondasi penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Ia berharap sinergi di bidang perdagangan dan pendidikan dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha serta generasi muda yang mampu membangun kerja sama internasional, sehingga hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok semakin kuat dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
(nng)
Lihat Juga :