Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
Minggu, 12 Juli 2026 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
"Secara resmi Selat Hormuz ditutup total. Sehingga ini akan berpengaruh terhadap transportasi minyak pada hari Senin," katanya.
Selain Timur Tengah, Ibrahim juga menyoroti konflik Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung. Menurutnya, serangan terhadap fasilitas energi Rusia dapat mengurangi produksi minyak negara tersebut sehingga menambah tekanan terhadap pasokan minyak dunia.
Baca Juga: Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
"Ukraina terus melakukan penyerangan terhadap instalasi minyak. Dampaknya produksi minyak Rusia mengalami penurunan dan hal itu akan memperkuat harga minyak mentah," ujarnya.
Di sisi lain, ia menilai dinamika politik masih menjadi faktor dominan dibandingkan kondisi fundamental pasar. Meskipun saat ini terjadi kelebihan pasokan (oversupply), ketegangan geopolitik dinilai mampu mengubah arah pergerakan harga minyak dalam waktu singkat.
"Walaupun kita lihat terjadi oversupply, rupanya politik sangat mempengaruhi terhadap penguatan harga minyak mentah dunia," kata Ibrahim.
Selain Timur Tengah, Ibrahim juga menyoroti konflik Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung. Menurutnya, serangan terhadap fasilitas energi Rusia dapat mengurangi produksi minyak negara tersebut sehingga menambah tekanan terhadap pasokan minyak dunia.
Baca Juga: Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
"Ukraina terus melakukan penyerangan terhadap instalasi minyak. Dampaknya produksi minyak Rusia mengalami penurunan dan hal itu akan memperkuat harga minyak mentah," ujarnya.
Di sisi lain, ia menilai dinamika politik masih menjadi faktor dominan dibandingkan kondisi fundamental pasar. Meskipun saat ini terjadi kelebihan pasokan (oversupply), ketegangan geopolitik dinilai mampu mengubah arah pergerakan harga minyak dalam waktu singkat.
"Walaupun kita lihat terjadi oversupply, rupanya politik sangat mempengaruhi terhadap penguatan harga minyak mentah dunia," kata Ibrahim.
Lihat Juga :