Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
Senin, 13 Juli 2026 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Sejalan dengan pembangunan jaringan bank plasma, Takeda juga akan mengkaji peluang pembangunan fasilitas manufaktur produk obat derivat plasma berteknologi tinggi di Indonesia. Apabila terealisasi, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri kesehatan dan manufaktur obat.
Baca Juga: Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menilai kemitraan tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghadirkan investasi baru, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penciptaan lapangan kerja. Langkah itu sekaligus mendukung upaya pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat regional inovasi kesehatan dan manufaktur obat berteknologi tinggi.
Permintaan global terhadap produk obat derivat plasma terus meningkat, sementara banyak negara di Asia Tenggara masih menghadapi tantangan dalam menjaga ketersediaannya. Bank plasma pertama Takeda ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan menjadi bagian dari jaringan BioLife milik perusahaan. Selama fasilitas fraksionasi di Indonesia masih dalam tahap pengkajian, plasma yang dikumpulkan akan diproses melalui jaringan manufaktur global Takeda dengan tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pasien di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menilai kemitraan tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghadirkan investasi baru, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penciptaan lapangan kerja. Langkah itu sekaligus mendukung upaya pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat regional inovasi kesehatan dan manufaktur obat berteknologi tinggi.
Permintaan global terhadap produk obat derivat plasma terus meningkat, sementara banyak negara di Asia Tenggara masih menghadapi tantangan dalam menjaga ketersediaannya. Bank plasma pertama Takeda ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan menjadi bagian dari jaringan BioLife milik perusahaan. Selama fasilitas fraksionasi di Indonesia masih dalam tahap pengkajian, plasma yang dikumpulkan akan diproses melalui jaringan manufaktur global Takeda dengan tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pasien di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
(nng)
Lihat Juga :