Akhirnya! Blok Masela Bakal Diresmikan Besok usai Puluhan Tahun Mangkrak
Rabu, 15 Juli 2026 - 16:17 WIB
loading...
Pemerintah akan meresmikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Onshore LNG Abadi Blok Masela di Maluku pada Kamis, 16 Juli 2026 besok. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah akan meresmikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Onshore LNG Abadi Blok Masela di Maluku pada Kamis, 16 Juli 2026 besok. Kabar tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.
Mewakili pemerintah, Mensesneg mengungkap rasa syukur akhirnya Blok Masela segera beroperasi. "Setelah bertahun tahun mangkrak alhamdulillah sekarang bisa beroperasi meskipun baru ground breaking ya," kata Prasetyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Prasetyo memastikan bahwa kabar baik ini tentunya sebagai prestasi bersama dari semua pihak yang terlibat. Terlebih, kata dia, ini juga berkat doa seluruh masyarakat.
"Besok Kamis (diresmikan)," ujarnya.
Baca Juga: Dukung Keberlanjutan Pasokan Gas Domestik, PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi LNG Blok Masela
Kendati demikian, Mensesneg belum memberikan kabar lebih lanjut apakah peresmian ini akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. "Nanti kita koordinasi kan," tuturnya melanjutkan.
Tidak hanya untuk pasar global, tetapi juga sebagai motor penggerak industri domestik yang saat ini terbebani harga energi yang tinggi. Purbaya menyoroti realitas harga gas di pasar saat ini yang mencapai angka di atas USD12 per MMBTU, yang dinilai memberatkan pelaku usaha dalam negeri.
Baca Juga: Inpex Finalisasi Garap Blok Masela Rp339 T, Bahlil: Jangan Ulur-ulur Lagi, Sudah 27 Tahun Tertunda
"Saya ini melihat, pengusaha kita beli gas harganya mahal, sekarang 12 dolar lebih. Ini ada produksi yang akan besar ke depan kan," ujar Menkeu Purbaya usai memimpin Sidang Debottlenecking Investasi, Selasa (24/2/2026).
Adapun Purbaya secara spesifik meminta agar besarnya potensi produksi gas dari Lapangan Abadi Masela dapat memberikan nilai tambah bagi penguatan struktur industri nasional melalui harga yang lebih terjangkau. "Bisa enggak ini dipakai untuk mensupport industri dalam negeri dengan harga yang lebih murah. Nanti kita pikirkan itu," tegasnya.
Mewakili pemerintah, Mensesneg mengungkap rasa syukur akhirnya Blok Masela segera beroperasi. "Setelah bertahun tahun mangkrak alhamdulillah sekarang bisa beroperasi meskipun baru ground breaking ya," kata Prasetyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Prasetyo memastikan bahwa kabar baik ini tentunya sebagai prestasi bersama dari semua pihak yang terlibat. Terlebih, kata dia, ini juga berkat doa seluruh masyarakat.
"Besok Kamis (diresmikan)," ujarnya.
Baca Juga: Dukung Keberlanjutan Pasokan Gas Domestik, PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi LNG Blok Masela
Kendati demikian, Mensesneg belum memberikan kabar lebih lanjut apakah peresmian ini akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. "Nanti kita koordinasi kan," tuturnya melanjutkan.
Solusi Gas Murah buat Industri
Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menaruh perhatian serius pada skema harga gas yang dihasilkan dari proyek jumbo Blok Masela. Dalam rapat koordinasi percepatan proyek tersebut pada Februari lalu, Purbaya menekankan pentingnya harga gas yang kompetitif.Tidak hanya untuk pasar global, tetapi juga sebagai motor penggerak industri domestik yang saat ini terbebani harga energi yang tinggi. Purbaya menyoroti realitas harga gas di pasar saat ini yang mencapai angka di atas USD12 per MMBTU, yang dinilai memberatkan pelaku usaha dalam negeri.
Baca Juga: Inpex Finalisasi Garap Blok Masela Rp339 T, Bahlil: Jangan Ulur-ulur Lagi, Sudah 27 Tahun Tertunda
"Saya ini melihat, pengusaha kita beli gas harganya mahal, sekarang 12 dolar lebih. Ini ada produksi yang akan besar ke depan kan," ujar Menkeu Purbaya usai memimpin Sidang Debottlenecking Investasi, Selasa (24/2/2026).
Adapun Purbaya secara spesifik meminta agar besarnya potensi produksi gas dari Lapangan Abadi Masela dapat memberikan nilai tambah bagi penguatan struktur industri nasional melalui harga yang lebih terjangkau. "Bisa enggak ini dipakai untuk mensupport industri dalam negeri dengan harga yang lebih murah. Nanti kita pikirkan itu," tegasnya.
(akr)
Lihat Juga :