Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
Rabu, 15 Juli 2026 - 19:56 WIB
loading...
A
A
A
Direktur PT Insight Investments Management (IIM) , Ria M Warganda menilai, fenomena tersebut merupakan refleksi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan finansial di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Menurut Ria, financial anxiety dan lipstick effect merupakan respons psikologis yang wajar ketika masyarakat menghadapi ketidakpastian ekonomi. Karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang menunda keputusan finansial yang besar dan memilih pengeluaran kecil untuk menjaga keseimbangan emosional.
Baca Juga: Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
"Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan kecemasan ini tidak melumpuhkan langkah-langkah strategis kita. Kebiasaan belanja tersebut harus tetap diimbangi dengan menabung dan berinvestasi secara konsisten agar momentum ini bisa menjadi dorongan untuk membangun perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih baik," ujar Ria, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, langkah pertama yang perlu dilakukan masyarakat adalah membangun fondasi keuangan melalui pengelolaan arus kas, penyediaan dana darurat, serta investasi yang disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.
"Investasi bukan sekadar mengejar potensi imbal hasil, melainkan proses membangun ketahanan finansial secara bertahap. Melalui strategi yang tepat dan dilakukan secara konsisten, masyarakat dapat menjadi lebih siap menghadapi ketidakpastian sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengelola keuangan mereka," katanya.
"Semakin baik literasi keuangan seseorang, semakin besar kemampuannya mengambil keputusan secara rasional, termasuk dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansialnya," jelasnya.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan, edukasi mengenai pengelolaan aset dan investasi diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga Indonesia.
Menurut Ria, financial anxiety dan lipstick effect merupakan respons psikologis yang wajar ketika masyarakat menghadapi ketidakpastian ekonomi. Karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang menunda keputusan finansial yang besar dan memilih pengeluaran kecil untuk menjaga keseimbangan emosional.
Baca Juga: Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
"Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan kecemasan ini tidak melumpuhkan langkah-langkah strategis kita. Kebiasaan belanja tersebut harus tetap diimbangi dengan menabung dan berinvestasi secara konsisten agar momentum ini bisa menjadi dorongan untuk membangun perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih baik," ujar Ria, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, langkah pertama yang perlu dilakukan masyarakat adalah membangun fondasi keuangan melalui pengelolaan arus kas, penyediaan dana darurat, serta investasi yang disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.
"Investasi bukan sekadar mengejar potensi imbal hasil, melainkan proses membangun ketahanan finansial secara bertahap. Melalui strategi yang tepat dan dilakukan secara konsisten, masyarakat dapat menjadi lebih siap menghadapi ketidakpastian sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengelola keuangan mereka," katanya.
Financial Anxiety Perlu Direspons dengan Literasi Keuangan
Ria menambahkan, meningkatnya financial anxiety perlu direspons melalui peningkatan literasi keuangan serta evaluasi kondisi finansial sebelum mengambil keputusan investasi."Semakin baik literasi keuangan seseorang, semakin besar kemampuannya mengambil keputusan secara rasional, termasuk dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansialnya," jelasnya.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan, edukasi mengenai pengelolaan aset dan investasi diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga Indonesia.
Reksa Dana Pasar Uang Jadi Alternatif
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pasar uang menjadi salah satu alternatif yang banyak dipertimbangkan, terutama bagi investor dengan profil risiko konservatif maupun investor pemula.Lihat Juga :