Prabowo Merasa Berutang ke Warga Maluku saat Resmikan LNG Abadi Masela: Janji Dibayar
Kamis, 16 Juli 2026 - 18:31 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Maluku ketika melakukan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Alam Cair atau LNG Abadi Blok Masela. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf dikarenakan tidak bisa hadir langsung melakukan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Alam Cair atau LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, pada Kamis (16/7/2026).
Namun Prabowo hadir melalui video conference langsung dari Istana Merdeka, Jakarta. Dia ditemani Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, hingga Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
“Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa ditinggalkan di pusat terpaksa saya hadir melalui video converence ini tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo mengawali sambutannya.
Baca Juga: Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
Prabowo pun menegaskan bahwa ketidakhadirannya kali ini akan dibayar untuk kunjungan ke Maluku dalam waktu yang akan datang. “Tentunya ini merupakan hutang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut. Insya Allah saya akan melunasi hutang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi.”
Pada kesempatan itu, Prabowo mengatakan, bahwa pembangunan suatu bangsa adalah upaya kerja keras suatu bangsa, adalah perjalanan yang membutuhkan persatuan semua unsur, semua elemen. “Dengan demikian Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting.”
Baca Juga: Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
“Proyek ini hampir 3 dekade, tiga dasawarsa, kita tunggu 3 dekade, 3 dasawarsa, rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” paparnya.
Namun Prabowo hadir melalui video conference langsung dari Istana Merdeka, Jakarta. Dia ditemani Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, hingga Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
“Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa ditinggalkan di pusat terpaksa saya hadir melalui video converence ini tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo mengawali sambutannya.
Baca Juga: Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
Prabowo pun menegaskan bahwa ketidakhadirannya kali ini akan dibayar untuk kunjungan ke Maluku dalam waktu yang akan datang. “Tentunya ini merupakan hutang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut. Insya Allah saya akan melunasi hutang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi.”
Pada kesempatan itu, Prabowo mengatakan, bahwa pembangunan suatu bangsa adalah upaya kerja keras suatu bangsa, adalah perjalanan yang membutuhkan persatuan semua unsur, semua elemen. “Dengan demikian Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting.”
Baca Juga: Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
“Proyek ini hampir 3 dekade, tiga dasawarsa, kita tunggu 3 dekade, 3 dasawarsa, rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” paparnya.
(akr)
Lihat Juga :