Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi

Jum'at, 17 Juli 2026 - 10:52 WIB
loading...
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pergerakan pasar kripto yang masih cenderung sideways dalam beberapa pekan terakhir dinilai tetap membuka peluang bagi trader dan investor untuk menerapkan strategi yang lebih fleksibel. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pergerakan pasar kripto yang masih cenderung sideways dalam beberapa pekan terakhir dinilai tetap membuka peluang bagi trader dan investor untuk menerapkan strategi yang lebih fleksibel. Di tengah kondisi tersebut, Bittime meluncurkan layanan Bittime Futures sebagai alternatif strategi investasi dan manajemen risiko di pasar aset digital.

"Selama ini banyak trader Indonesia memilih platform luar negeri karena akses terhadap produk derivatif sudah lebih dulu tersedia. Dengan semakin berkembangnya regulasi di Indonesia dan hadirnya futures dalam ekosistem yang diawasi regulator, saya melihat semakin banyak trader yang akan mempertimbangkan menggunakan platform dalam negeri," kata Crypto Influencer Kimiko Lie seperti dikutip pada Jumat (17/7/2026).

Baca Juga: Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK

Berdasarkan data CoinMarketCap per 15 Juli 2026, harga Bitcoin menguat 3,39 persen dalam 24 jam terakhir dan naik 2,75 persen dalam sepekan. Namun, dalam satu bulan terakhir Bitcoin masih bergerak di kisaran US$59.000 hingga US$66.000, mencerminkan kondisi pasar yang relatif stagnan.


Kimiko menilai pasar kripto pada semester II 2026 masih akan dipengaruhi sejumlah sentimen global, mulai dari perkembangan geopolitik hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Meski demikian, kondisi tersebut dinilai tetap membuka peluang bagi trader yang mampu menyesuaikan strategi dengan dinamika pasar.

Ia menambahkan semakin jelasnya regulasi, bertambahnya pilihan produk, dan meningkatnya literasi investor akan menjadi pendorong pertumbuhan perdagangan derivatif aset keuangan digital di Indonesia. Selain itu, sebagian pelaku pasar dari instrumen lain, termasuk pasar saham domestik, mulai melirik aset kripto sebagai alternatif investasi di tengah pergerakan pasar yang sama-sama terbatas.

Baca Juga: Bittime Sambut Roadmap IAKD OJK, Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital

Menjawab kebutuhan tersebut, Bittime yang merupakan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan layanan Bittime Futures pada 15 Juli 2026 setelah memperoleh izin dari PT Central Finansial X (CFX). Izin tersebut menjadikan Bittime sebagai PAKD pertama yang memperoleh lisensi futures dari CFX pada era pengawasan kripto di bawah OJK.

Direktur PT Central Finansial X (CFX) Lukas Lauw mengatakan instrumen derivatif merupakan bagian penting dalam pendalaman pasar karena memberikan pilihan strategi investasi sekaligus manajemen risiko yang lebih komprehensif bagi konsumen. Menurut dia, peluncuran layanan derivatif oleh anggota bursa diharapkan dapat meningkatkan adopsi derivatif secara domestik dengan tetap mengedepankan tata kelola, integritas pasar, dan pelindungan konsumen.

Sementara itu, Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan setiap fase pasar menghadirkan peluang yang berbeda sehingga trader membutuhkan strategi yang lebih fleksibel. Pada tahap awal, Bittime Futures menyediakan 49 pasangan aset kripto dengan leverage hingga 25 kali, pilihan Cross Margin dan Isolated Margin, serta mewajibkan pengguna mengikuti knowledge test sebelum mengakses fitur futures sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap edukasi dan pelindungan konsumen.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Hadirkan Tokenized Stocks,...
Hadirkan Tokenized Stocks, Tokocrypto Perluas Akses ke Pasar Saham Global
Bidik Pasar Triliunan...
Bidik Pasar Triliunan Dolar, OKX Luncurkan Marketplace Berbasis Agen AI
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
Upbit Indonesia: Peluang...
Upbit Indonesia: Peluang Karier di Industri Kripto Tak Terbatas untuk Developer
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 26 : Jaka Bersama Anak Buahnya Diam-Diam Mendatangi Rumah Mila
IPB Cetak Sejarah Jadi...
IPB Cetak Sejarah Jadi Kampus Pertama yang Lepasliarkan Rusa Timor Hasil Penangkaran
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Berita Terkini
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
MNC Bank Gandeng MNC...
MNC Bank Gandeng MNC Sekuritas Dorong Literasi Keuangan Gen Z lewat Solusi Perbankan Digital
Beli Properti Lebih...
Beli Properti Lebih Ringan? KPR BRI Solusi Jawabannya!
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved