Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
Jum'at, 17 Juli 2026 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan turut memperkuat aspek keselamatan melalui penyediaan rest area dan check point di sejumlah jalur distribusi strategis. Selain itu, keandalan armada dijaga melalui penerapan Maintenance Management System (MMS) dan MMS Lite yang terintegrasi dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), serta didukung aplikasi digital Operational Maintenance Information (OMI) untuk mempermudah pemantauan kondisi kendaraan.
Di sisi keamanan distribusi, Elnusa Petrofin mengimplementasikan sistem pengawasan (surveillance) di sejumlah Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), antara lain di Jambi, Medan, dan Pontianak. Sementara itu, pada fasilitas energi seperti SPBE Bima, SPPBE Gunung Sitoli, TBBM Bajo, TBBM Tembilahan, dan LPG Terminal Amurang, perusahaan menerapkan Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS) yang diperkuat dengan studi risiko Hazard Identification (HAZID) dan Hazard and Operability Study (HAZOP).
Baca Juga: Dukung Pasokan BBM Lebaran, Elnusa Petrofin Optimalkan Sistem Monitoring Digital
Berbagai penguatan sistem tersebut mendukung Elnusa Petrofin dalam menjalankan agenda strategis nasional, termasuk Satuan Tugas Ramadhan dan Idulfitri (RAFI) serta Natal dan Tahun Baru (Nataru), dengan mengerahkan lebih dari 7.000 Awak Mobil Tangki untuk memastikan distribusi BBM dan LPG tetap lancar di seluruh Indonesia. Ke depan, perusahaan akan terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui efisiensi energi, pengurangan emisi, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat guna mendukung target Net Zero Emissions Indonesia 2060.
Ferdiansyah menegaskan momentum 30 tahun Elnusa Petrofin yang mengusung tema "Connecting Your Energy" akan dimanfaatkan untuk memperkuat transformasi digital, meningkatkan kapabilitas operasional, dan memperkokoh budaya HSSE. Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra tepercaya dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Di sisi keamanan distribusi, Elnusa Petrofin mengimplementasikan sistem pengawasan (surveillance) di sejumlah Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), antara lain di Jambi, Medan, dan Pontianak. Sementara itu, pada fasilitas energi seperti SPBE Bima, SPPBE Gunung Sitoli, TBBM Bajo, TBBM Tembilahan, dan LPG Terminal Amurang, perusahaan menerapkan Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS) yang diperkuat dengan studi risiko Hazard Identification (HAZID) dan Hazard and Operability Study (HAZOP).
Baca Juga: Dukung Pasokan BBM Lebaran, Elnusa Petrofin Optimalkan Sistem Monitoring Digital
Berbagai penguatan sistem tersebut mendukung Elnusa Petrofin dalam menjalankan agenda strategis nasional, termasuk Satuan Tugas Ramadhan dan Idulfitri (RAFI) serta Natal dan Tahun Baru (Nataru), dengan mengerahkan lebih dari 7.000 Awak Mobil Tangki untuk memastikan distribusi BBM dan LPG tetap lancar di seluruh Indonesia. Ke depan, perusahaan akan terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui efisiensi energi, pengurangan emisi, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat guna mendukung target Net Zero Emissions Indonesia 2060.
Ferdiansyah menegaskan momentum 30 tahun Elnusa Petrofin yang mengusung tema "Connecting Your Energy" akan dimanfaatkan untuk memperkuat transformasi digital, meningkatkan kapabilitas operasional, dan memperkokoh budaya HSSE. Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra tepercaya dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
(nng)
Lihat Juga :