Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:18 WIB
loading...
Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode perdagangan 13-17 Juli 2026 diwarnai lonjakan tajam sejumlah emiten, sekaligus pelemahan signifikan pada beberapa saham lainnya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode perdagangan 13-17 Juli 2026 diwarnai lonjakan tajam sejumlah emiten, sekaligus pelemahan signifikan pada beberapa saham lainnya. Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) menjadi pencetak kenaikan tertinggi (top gainers), sementara PT Niramas Utama Tbk (JELI) memimpin daftar saham dengan pelemahan terbesar (top losers).
Berdasarkan statistik mingguan BEI, saham AGAR melesat 138,21% dalam sepekan. Harga sahamnya melonjak dari 212 pada pekan sebelumnya menjadi 505 pada penutupan perdagangan Jumat (17/7).
Baca Juga: IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
Posisi kedua top gainers ditempati PRDL yang menguat 77,06% dari 218 menjadi 386. Selanjutnya, KBLV naik 69,14% dari 81 menjadi 137, disusul MLPT yang menguat 59,70% dari 18.300 menjadi 29.225.
Saham BKDP juga mencatat kenaikan 46,60%, diikuti RONY yang melesat 44,15%. Kemudian VKTR dan ALKA masing-masing naik 35,58% dan 35,51%, sementara HOPE menguat 35,00% dan VERN naik 34,01%.
Baca Juga: Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
Selanjutnya, PEGE melemah 14,42%, NTBK turun 13,21%, AIMS terkoreksi 12,68%, dan FORU turun 12,18%. Sementara itu, saham ASPI melemah 10,40%, CASA turun 9,75%, dan PADI menjadi penutup daftar top losers setelah terkoreksi 9,59% sepanjang pekan.
Meski terdapat sejumlah saham yang mengalami koreksi tajam, secara keseluruhan sentimen pasar saham Indonesia masih positif. Hal itu tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sepekan sebesar 4,24% ke level 6.175,535 pada akhir pekan.
Optimisme pasar juga terlihat dari dominasi saham yang menguat. Sepanjang pekan, sebanyak 435 saham ditutup naik lebih dari 2%, jauh lebih banyak dibandingkan 109 saham yang turun lebih dari 2 persen. Kondisi tersebut menunjukkan reli pasar berlangsung cukup merata di berbagai sektor dan kelompok saham.
Berdasarkan statistik mingguan BEI, saham AGAR melesat 138,21% dalam sepekan. Harga sahamnya melonjak dari 212 pada pekan sebelumnya menjadi 505 pada penutupan perdagangan Jumat (17/7).
Baca Juga: IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
Posisi kedua top gainers ditempati PRDL yang menguat 77,06% dari 218 menjadi 386. Selanjutnya, KBLV naik 69,14% dari 81 menjadi 137, disusul MLPT yang menguat 59,70% dari 18.300 menjadi 29.225.
Saham BKDP juga mencatat kenaikan 46,60%, diikuti RONY yang melesat 44,15%. Kemudian VKTR dan ALKA masing-masing naik 35,58% dan 35,51%, sementara HOPE menguat 35,00% dan VERN naik 34,01%.
- Deretan Saham Paling Boncos dalam Sepekan
Di sisi lain, saham JELI menjadi saham dengan koreksi terdalam selama sepekan, dimana harga sahamnya turun 40,13% dari 1.495 menjadi 895. Pelemahan juga dialami saham COCO yang terkoreksi 21,56% dari 167 menjadi 131, diikuti BAPA yang turun 19,15% dari 282 menjadi 228.Baca Juga: Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
Selanjutnya, PEGE melemah 14,42%, NTBK turun 13,21%, AIMS terkoreksi 12,68%, dan FORU turun 12,18%. Sementara itu, saham ASPI melemah 10,40%, CASA turun 9,75%, dan PADI menjadi penutup daftar top losers setelah terkoreksi 9,59% sepanjang pekan.
Meski terdapat sejumlah saham yang mengalami koreksi tajam, secara keseluruhan sentimen pasar saham Indonesia masih positif. Hal itu tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sepekan sebesar 4,24% ke level 6.175,535 pada akhir pekan.
Optimisme pasar juga terlihat dari dominasi saham yang menguat. Sepanjang pekan, sebanyak 435 saham ditutup naik lebih dari 2%, jauh lebih banyak dibandingkan 109 saham yang turun lebih dari 2 persen. Kondisi tersebut menunjukkan reli pasar berlangsung cukup merata di berbagai sektor dan kelompok saham.
(akr)
Lihat Juga :