Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Selasa, 21 Juli 2026 - 09:51 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional, Andes Hamuraby Rozak mengungkapkan, Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati dengan lebih dari 1,5 juta spesies dan lebih dari 30% merupakan spesies endemik. Namun, masih banyak spesies yang belum teridentifikasi dan harus digali melalui riset dan eksplorasi.
“Dokumen ini diharapkan menjadi rujukan ilmiah bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kebijakan pembangunan yang selaras dengan upaya konservasi, dengan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai landasan dan kolaborasi sebagai kekuatan untuk menjaga kekayaan hayati Indonesia serta memastikan manfaatnya bagi generasi kini dan mendatang,” jelasnya.
Andes menambahkan, kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia tercermin di lebih dari 12.800 jenis flora dengan 601 spesies endemik di Jawa, 3.459 jenis flora dengan endemisitas 55 persen di Bali–Nusa Tenggara, 4.383 jenis flora di Maluku, hingga sekitar 8.000 jenis flora dengan endemisitas 58% di Papua.
Melalui pendekatan whole of government dan whole of society, ketersediaan data dan informasi keanekaragaman hayati yang mutakhir menjadi fondasi penting bagi pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy) dan penguatan sinergi lintas pemangku kepentingan.
Dengan mengetahui dan memahami kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki, Indonesia dapat menentukan langkah yang lebih tepat untuk melindungi dan melestarikan, memanfaatkan secara berkelanjutan, sekaligus membangun dasar bagi penilaian nilai ekonomi keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem sebagai modal pembangunan nasional.
“Dokumen ini diharapkan menjadi rujukan ilmiah bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kebijakan pembangunan yang selaras dengan upaya konservasi, dengan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai landasan dan kolaborasi sebagai kekuatan untuk menjaga kekayaan hayati Indonesia serta memastikan manfaatnya bagi generasi kini dan mendatang,” jelasnya.
Andes menambahkan, kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia tercermin di lebih dari 12.800 jenis flora dengan 601 spesies endemik di Jawa, 3.459 jenis flora dengan endemisitas 55 persen di Bali–Nusa Tenggara, 4.383 jenis flora di Maluku, hingga sekitar 8.000 jenis flora dengan endemisitas 58% di Papua.
Melalui pendekatan whole of government dan whole of society, ketersediaan data dan informasi keanekaragaman hayati yang mutakhir menjadi fondasi penting bagi pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy) dan penguatan sinergi lintas pemangku kepentingan.
Dengan mengetahui dan memahami kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki, Indonesia dapat menentukan langkah yang lebih tepat untuk melindungi dan melestarikan, memanfaatkan secara berkelanjutan, sekaligus membangun dasar bagi penilaian nilai ekonomi keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem sebagai modal pembangunan nasional.
Lihat Juga :