Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:19 WIB
loading...
Kerugian Ekonomi Akibat...
Novo Nordisk Indonesia memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan organisasi profesi kesehatan untuk mencegah obesitas serta meningkatkan layanan bagi anak. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Novo Nordisk Indonesia memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan organisasi profesi kesehatan untuk mencegah obesitas serta meningkatkan layanan bagi anak dengan diabetes tipe 1. Langkah tersebut dilakukan bertepatan dengan Hari Anak Nasional sebagai upaya menekan potensi kerugian ekonomi nasional yang diperkirakan mencapaiRp5.280 Triliun akibat kelebihan berat badan dan obesitas pada anak.

"Masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas kesehatan generasi mudanya. Oleh karena itu, segala upaya dan investasi untuk meningkatkan kesehatan anak harus dimulai sedini mungkin, mulai dari menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat hingga memastikan anak dengan diabetes tipe 1 memperoleh akses pengobatan yang tepat," kata Associate Director Market Access and Public Affairs Novo Nordisk Indonesia, Banarsono Trimandojo seperti dikutip pada Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Dokter Ungkap Merokok dan Obesitas Jadi Penyebab Utama Serangan Jantung di Usia Muda

Banarsono mengatakan investasi pada kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Menurut dia, pencegahan obesitas sejak dini dan penguatan layanan kesehatan bagi anak dengan diabetes tipe 1 menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi beban ekonomi pada masa depan.


Berdasarkan studi Cost of Inaction yang dilakukan bersama University of Lausanne, UNICEF Indonesia, dan Kementerian Kesehatan, kegagalan menerapkan kebijakan yang efektif dalam mencegah obesitas anak berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga USD294 miliar atau sekitar Rp5.280 triliun sepanjang masa hidup kelompok anak yang terdampak. Temuan tersebut sejalan dengan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menunjukkan hampir satu dari lima anak berusia 5–12 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Untuk menekan risiko tersebut, Novo Nordisk bersama UNICEF menjalankan kemitraan melalui tiga pilar utama, yakni penguatan bukti ilmiah, advokasi kebijakan, dan program intervensi berbasis sekolah. Salah satu hasilnya adalah implementasi sistem pelabelan gizi Nutri-Level melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/301/2026 guna membantu masyarakat memilih pangan yang lebih sehat.

Di tingkat lapangan, program "Petualangan Bergizi" yang terintegrasi dengan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) telah menjangkau sekitar 50.000 anak di sembilan provinsi. Program tersebut mencakup edukasi gizi, promosi aktivitas fisik, penyediaan pilihan makanan sehat di kantin sekolah, pengembangan kebun sekolah, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di layanan primer.

Selain obesitas, Novo Nordisk juga memperkuat penanganan diabetes tipe 1 pada anak melalui program Changing Diabetes in Children (CDiC). Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), satu dari tiga penyandang diabetes tipe 1 di Indonesia merupakan anak-anak dan remaja yang membutuhkan terapi insulin serta pemantauan kadar gula darah sepanjang hidup.

Project Leader CDiC Indonesia Prof. Aman Bhakti Pulungan mengatakan keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan utama karena gejala diabetes tipe 1 pada anak kerap disalahartikan sebagai penyakit lain. "Diagnosis dan penanganan tepat sejak dini menentukan kualitas hidup anak serta mencegah komplikasi yang mengancam jiwa. Kolaborasi bersama Novo Nordisk, IDAI, dan Kementerian Kesehatan memastikan terwujudnya tujuan No Child Should Die from Diabetes," ujarnya.

Baca Juga: Kondisi Obesitas Laki-Laki vs Perempuan, Ini Ciri dan Perbedaannya

Sejak diluncurkan pada 2021, program CDiC telah menjangkau 2.671 anak dengan diabetes tipe 1, melatih lebih dari 8.000 tenaga kesehatan, memperkuat 49 klinik diabetes, serta mengintegrasikan registrasi nasional diabetes tipe 1 ke platform SATU SEHAT sejak 2024 untuk meningkatkan kualitas layanan dan pemantauan pasien.

Banarsono berharap kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, produktif, dan meraih masa depan terbaiknya. Menurutnya, investasi pada kesehatan anak tidak hanya meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang, tetapi juga menjadi strategi penting untuk menjaga produktivitas nasional dan mengurangi beban ekonomi jangka panjang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Dokter Ungkap Merokok...
Dokter Ungkap Merokok dan Obesitas Jadi Penyebab Utama Serangan Jantung di Usia Muda
Rekomendasi
Gandeng Raisa dan Eross...
Gandeng Raisa dan Eross Candra, iForte & Protelindo Group Rilis Lagu Cahaya Hati
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Berita Terkini
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved