Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:39 WIB
loading...
Ekonomi Restoratif Digagas...
Dialog bertajuk Ekonomi Restoratif: Mendorong Kebijakan dan Pembiayaan untuk Inisiatif Berbasis Alam di Institut Français Indonesia, Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan pembangunan tidak lagi dapat dipisahkan dari upaya perlindungan lingkungan dan pemulihan ekosistem. Menurut dia, paradigma pembangunan perlu bergeser agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian alam demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

"Jangan vis a vis. Yang sudah kadung merusak akan kita berikan jeweran supaya mereka mau memulihkan lingkungan. Kita sedang mendata mereka. Itu yang akan kita kerjakan nanti," kata Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dalam dialog bertajuk Ekonomi Restoratif: Mendorong Kebijakan dan Pembiayaan untuk Inisiatif Berbasis Alam di Institut Français Indonesia, dikutip pada Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga: Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan

Jumhur mengatakan pemerintah mendorong pendekatan development through environmental protection atau pembangunan melalui perlindungan lingkungan. Menurut dia, pelaku usaha yang telah menimbulkan kerusakan lingkungan perlu didorong untuk berkontribusi dalam program pemulihan ekosistem sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, The PRAKARSA memperkenalkan konsep ekonomi restoratif sebagai pendekatan yang mengintegrasikan pemulihan lingkungan dengan penciptaan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Direktur Eksekutif The PRAKARSA Victoria Fanggidae mengatakan hasil riset yang dilakukan lembaganya diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan nasional.

"Kami ingin menghadirkan suara mereka dari lapangan lewat film ini. Harapan kami, temuan riset ini dapat terhubung sehingga bisa menjadi agenda bersama, menjangkau ruang para pembuat kebijakan di Jakarta dan tidak jadi gerakan sendiri-sendiri," ujar Victoria.


Dialog tersebut dirangkai dengan pemutaran film dokumenter yang mengangkat praktik pemulihan ekosistem di empat daerah, yakni Siak (Riau), Tamanmartani di Kabupaten Sleman (Yogyakarta), Sigi (Sulawesi Tengah), dan Tampelas di Kabupaten Katingan (Kalimantan Tengah). Forum itu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, sektor keuangan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta media untuk membahas pengembangan ekonomi berbasis alam.

The PRAKARSA menilai ekonomi restoratif menjadi semakin penting di tengah tantangan degradasi hutan, lahan gambut, dan ekosistem produktif lainnya. Pendekatan tersebut juga dinilai dapat mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon dan komitmen Indonesia menuju FOLU Net Sink 2030 melalui penguatan insentif ekonomi, akses pasar, kelembagaan, dan pembiayaan bagi masyarakat.

Baca Juga: SMA 1 Gresik Raih Adiwiyata, Menteri Jumhur: Jatim Ranking 1 Jaga Lingkungan

Koordinator Forum Kemitraan Multipihak Sigi Hijau Muhammad Jauhari mengatakan masyarakat di Kabupaten Sigi menjaga kawasan hutan karena menjadi sumber utama ketersediaan air bagi sektor pertanian yang menopang kehidupan warga. Menurut dia, menjaga hutan berarti menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi sekaligus ketahanan pangan masyarakat.

Sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah pusat dan daerah, sektor keuangan, industri, filantropi, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan media mengikuti forum tersebut. The PRAKARSA berharap kegiatan itu menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi, investasi, dukungan regulasi, dan pembiayaan bagi inisiatif ekonomi restoratif guna mewujudkan pembangunan yang selaras dengan perlindungan lingkungan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Ika Unpad Luncurkan...
Ika Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau, Dorong Transformasi Nasional
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
Menuju Industri Hijau:...
Menuju Industri Hijau: PGN Rintis Ekosistem CCS demi Amonia Rendah Karbon
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Forum Bisnis New York,...
Forum Bisnis New York, RI Dorong Investasi Karbon Hutan Berintegritas Tinggi
Komitmen Industri Sawit...
Komitmen Industri Sawit Tumbuhkan Ekonomi Hijau dan Lestarikan Lingkungan
Rekomendasi
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved