Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:06 WIB
loading...
A
A
A
Lonjakan biaya tersebut juga tercermin pada tarif angkutan laut. Tarif pengiriman peti kemas dari Asia ke Pantai Barat AS melonjak 120% sepanjang pertengahan Mei hingga awal Juli 2026, sedangkan tarif menuju Pantai Timur naik 85% pada periode yang sama. Sementara itu, Drewry World Container Index pada 9 Juli 2026 mencapai USD4.639 per kontainer 40 kaki, tertinggi sejak September 2024.
Baca Juga: Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
UNCTAD memproyeksikan nilai perdagangan barang global mencapai USD13,7 triliun pada semester I 2026, meningkat 12,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, peningkatan tersebut lebih banyak didorong oleh kenaikan harga daripada pertumbuhan volume perdagangan. Di sisi lain, perdagangan jasa tumbuh 10,5%, sehingga total nilai perdagangan dunia diproyeksikan mencetak rekor baru sepanjang tahun ini.
Para analis menilai kondisi tersebut menjadi tantangan baru bagi bank sentral di berbagai negara. Berbeda dengan inflasi yang dipicu peningkatan permintaan, inflasi akibat melonjaknya biaya logistik, asuransi, dan energi tidak dapat diredam secara efektif hanya melalui kenaikan suku bunga.
UNCTAD juga memperingatkan pertumbuhan perdagangan global berpotensi melambat pada paruh kedua 2026 akibat tingginya biaya perdagangan dan berlanjutnya ketegangan geopolitik. Dengan lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang masih sekitar 53 pelayaran per pekan atau turun sekitar 66% dibandingkan sebelum krisis, tekanan terhadap biaya logistik global diperkirakan masih akan berlanjut.
Baca Juga: Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
UNCTAD memproyeksikan nilai perdagangan barang global mencapai USD13,7 triliun pada semester I 2026, meningkat 12,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, peningkatan tersebut lebih banyak didorong oleh kenaikan harga daripada pertumbuhan volume perdagangan. Di sisi lain, perdagangan jasa tumbuh 10,5%, sehingga total nilai perdagangan dunia diproyeksikan mencetak rekor baru sepanjang tahun ini.
Para analis menilai kondisi tersebut menjadi tantangan baru bagi bank sentral di berbagai negara. Berbeda dengan inflasi yang dipicu peningkatan permintaan, inflasi akibat melonjaknya biaya logistik, asuransi, dan energi tidak dapat diredam secara efektif hanya melalui kenaikan suku bunga.
UNCTAD juga memperingatkan pertumbuhan perdagangan global berpotensi melambat pada paruh kedua 2026 akibat tingginya biaya perdagangan dan berlanjutnya ketegangan geopolitik. Dengan lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang masih sekitar 53 pelayaran per pekan atau turun sekitar 66% dibandingkan sebelum krisis, tekanan terhadap biaya logistik global diperkirakan masih akan berlanjut.
(nng)
Lihat Juga :