Tetap Cerdas di Era Cashless, Begini Trik Jajan Nyaman Tanpa Bikin Dompet Kering

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:29 WIB
loading...
Tetap Cerdas di Era...
Data OVO juga mencatat bahwa pengguna OVO QRIS rata-rata bertransaksi hampir 8 kali per bulan. Menariknya, pilihan menunya didominasi oleh berbagai jajanan populer. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Cashless kini bukan lagi hanya soal belanja online . Data OVO menunjukkan, pada tahun 2021, sebanyak 68% transaksi OVO masih terjadi di platform online. Namun pada tahun 2025, mayoritas transaksi justru terjadi secara langsung di toko, gerai, maupun warung konvensional (offl ine) dengan porsi mencapai 69%.

Angka ini membuktikan bahwa metode cashless bukan lagi sekadar tren belanja online, melainkan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehari-hari di dunia nyata.

Pergeseran ke arah offline ini paling terlihat pada kategori Food & Beverage (F&B). Transaksi di merchant F&B offline tercatat meningkat hingga 590% sepanjang 2021 hingga 2025. Bahkan per Mei 2026, transaksi QRIS OVO untuk kategori F&B didominasi oleh transaksi bernominal kecil atau “jajan receh”.

Baca Juga: OVO Ajak Mahasiswa Unsoed Bangun Kebiasaan Finansial Sehat saat ICC 2026

Data OVO juga mencatat bahwa pengguna OVO QRIS rata-rata bertransaksi hampir 8 kali per bulan. Menariknya, pilihan menunya didominasi oleh berbagai jajanan populer yang sangat mudah kita temui di sekitar tempat tinggal atau kantor, seperti pentol, paket nasi ayam, crepes, es krim, hingga minuman kopi kekinian.

Tingginya frekuensi transaksi ini membuktikan betapa melekatnya kenyamanan digital dalam memenuhi kebutuhan harian. Namun, di tengah kemudahan yang serba praktis ini, tantangan terbesarnya adalah menjaga kedisiplinan diri agar pengeluaran harian tetap seimbang dan kondisi keuangan tetap sehat.



Secara psikologi keuangan, fenomena ini berkaitan erat dengan hilangnya “pain of paying” atau rasa berat yang muncul saat kita kehilangan uang secara fisik. Dalam studi literatur berjudul “The Pain Of Payment: A Review And Research Agenda, 2022” dijelaskan bahwa transaksi yang seamless, seperti cukup memindai kode atau sekali klik, cenderung membuat uang menjadi "tidak terlihat".

Otak kita tidak lagi merasakan sakitnya melepaskan uang fisik dari tangan secara nyata, sehingga transaksi terasa jauh lebih ringan dan memicu seseorang untuk berbelanja dengan lebih mudah. Baca Juga: Fakta OJK Bikin Ngeri! Cuma 66% Gen Z Paham Keuangan, OVO Garap Mahasiswa UI & UGM

Kesadaran untuk berbelanja secara bijak inilah yang dikenal sebagai mindful spending. Konsep ini bukan berarti pengguna harus berhenti jajan atau menghindari promo, melainkan memastikan setiap transaksi dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

Untuk mendukung pengguna membangun kebiasaan finansial yang lebih cerdas, OVOFinTalk berkolaborasi dengan Finansialku menggelar diskusi OVOFinTalk bertajuk “Bijak di Era Cashless: Membangun Kebiasaan Finansial yang Lebih Cerdas dan Aman di Era Digital”.

Perencana Keuangan sekaligus Founder Finansialku.com, Melvin Mumpuni menjelaskan, bahwa ekosistem pembayaran digital saat ini memang dirancang tanpa hambatan (seamless) demi kenyamanan pengguna. Namun kemudahan teknologi perlu tetap diimbangi dengan kesadaran fi nansial yang kuat.

“Masyarakat tetap bisa menikmati kemudahan pembayaran digital dan memanfaatkan promo, selama hal itu dilakukan dengan prinsip mindful spending atau belanja secara sadar. Salah satu caranya adalah menerapkan langkah Atur, Aman, dan Awasi,” tutur Melvin.

Langkah Atur, Aman dan Awasi menurut Melvin Mumpuni

1. Atur: Pisahkan Kebutuhan Pokok dan Uang Jajan

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengatur pengeluaran sejak awal. Di era cashless, transaksi kecil sering kali terasa ringan karena proses pembayarannya sangat cepat. Namun, jika tidak dibatasi, pengeluaran untuk jajan, kopi, makanan ringan, atau kebutuhan harian lainnya bisa menumpuk tanpa disadari.

Karena itu, pengguna perlu memisahkan uang untuk kebutuhan pokok dan uang jajan. Misalnya, dengan menentukan bujet harian, mingguan, atau bulanan untuk transaksi non-esensial. Pengguna juga dapat menerapkan sistem limit top up mingguan di e-wallet agar pengeluaran lebih terukur.

Melvin juga mengingatkan pentingnya memberi jeda sebelum memutuskan untuk bertransaksi. Sebelum membeli sesuatu, pengguna bisa bertanya pada diri sendiri: apakah belanja ini benar-benar untuk kebutuhan fungsional, atau hanya karena dorongan sesaat, stres, tren, maupun ikut-ikutan? Dengan cara ini, transaksi digital tetap bisa digunakan secara praktis tanpa membuat pengguna kehilangan kendali atas pengeluaran.

2. Aman: Gunakan Pembayaran Digital dengan Bijak dan Waspada

Selain mengatur pengeluaran, pengguna juga perlu memastikan transaksi digital dilakukan dengan aman. Kemudahan cashless perlu dibarengi dengan kebiasaan menjaga keamanan akun dan data pribadi.

Dalam menggunakan dompet digital, pengguna perlu berhati-hati dan bijaksana terhadap berbagai risiko yang dialami, seperti membagikan password, kode pembayaran palsu, maupun tautan penipuan. Pemilik akun juga sebaiknya tidak mudah memberikan informasi pribadi, seperti PIN, OTP, atau data akun, kepada pihak lain.

Keamanan bertransaksi juga mencakup kemampuan untuk mengendalikan keputusan belanja. Promo dan cashback dapat memberikan manfaat apabila digunakan untuk pembelian yang memang telah direncanakan, bukan sebagai alasan untuk menambah pengeluaran.

Dalam paparan Finansialku pada diskusi OVOFinTalk 2026, yang merujuk pada data Investpcro (The State of Impulse Buying - Statistics & Trends 2025), disebutkan bahwa 84% konsumen pernah melakukan pembelian impulsif. Pembelian impulsif dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari FOMO, pengaruh lingkungan sosial, hingga dorongan emosi seperti stres, cemas, atau bosan.

“Karena itu, promo dan cashback sebaiknya dimanfaatkan secara bijak. Promo dapat membantu pengguna berhemat, tetapi sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang memang sudah direncanakan, bukan menjadi alasan untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan,” tambah Melvin.

Dengan begitu, pengguna tetap bisa menikmati manfaat pembayaran digital, termasuk promo yang tersedia, sambil menjaga kebiasaan transaksi agar lebih mindful.

3. Awasi: Cek Riwayat Transaksi dan Mulai Bangun Kebiasaan Menabung

Langkah berikutnya adalah mengawasi pola pengeluaran secara berkala. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan mengecek daftar riwayat transaksi riwayat transaksi agar pengeluaran sehari-hari tetap terkontrol.

Melalui aplikasi OVO, pengguna dapat memantau riwayat transaksi untuk melihat kembali pengeluaran yang sudah dilakukan. Riwayat transaksi ini dapat menjadi acuan untuk mengevaluasi kebiasaan belanja, sehingga pengguna bisa lebih mudah mengetahui kategori apa yang paling sering dibayar, kapan pengeluaran meningkat, dan transaksi apa saja yang sebenarnya bisa dikurangi.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara rutin, misalnya setiap akhir pekan. Dengan demikian, transaksi kecil yang sebelumnya terasa tidak signifi kan dapat terlihat secara lebih menyeluruh.

Selain mengawasi pengeluaran, pengguna juga dapat mulai membangun kebiasaan menyisihkan uang. Dalam hal ini, OVO Nabung by Superbank hadir sebagai rek-wallet atau rekening e-wallet yang menggabungkan kemudahan e-wallet dengan manfaat tabungan digital dalam satu aplikasi.

OVO Nabung by Superbank telah mencatat lebih dari 2,3 juta pengguna hingga Juni 2026. Layanan ini memungkinkan pengguna tetap menggunakan saldo untuk transaksi harian, sekaligus menyimpan saldo dengan manfaat tabungan digital dengan bunga hingga 5% per tahun, bebas biaya top up, serta berbagai promo dan cashback.

“Dengan memanfaatkan riwayat transaksi dan fi tur menabung digital seperti OVO Nabung by Superbank, dompet digital tidak hanya digunakan untuk membayar, tetapi juga dapat membantu pengguna membangun kebiasaan fi nansial yang lebih sehat,” ujar Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank, Asep Haekal.

Melalui prinsip Atur, Aman, dan Awasi, pengguna dapat tetap menikmati kemudahan cashless dengan lebih bijak: mengatur batas pengeluaran, bertransaksi secara aman, serta mengawasi kebiasaan belanja melalui riwayat transaksi dan kebiasaan menabung. Dengan begitu, kemudahan pembayaran digital tidak hanya membantu aktivitas harian, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju keuangan yang lebih sehat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rights Issue, cashUP...
Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
Kemudahan Digital Jadi...
Kemudahan Digital Jadi Bagian dari Gaya Hidup Modern
Pembayaran Pajak Kendaraan...
Pembayaran Pajak Kendaraan di NTT Kini Dilakukan secara Digital
Transaksi Digital Melonjak...
Transaksi Digital Melonjak Jelang Lebaran, Menguji Kesiapan Sistem TI Perusahaan
Rekomendasi
Gelar Diskusi Program...
Gelar Diskusi Program MBG, Ini Rekomendasi Aktivis Perempuan Cipayung Plus
Presiden PKS Dorong...
Presiden PKS Dorong Komponen Bangsa Lebih Aktif Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
Berita Terkini
Gus Ipul Sebut Bansos...
Gus Ipul Sebut Bansos Akan Disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih
Elon Musk Sebut AS 1.000%...
Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
Aktivitas Trading Token...
Aktivitas Trading Token Berbasis Saham AS Tumbuh di Kuartal II 2026
Praktis dan Cepat! BRI...
Praktis dan Cepat! BRI Multiguna Pre-Approved Hadirkan Solusi Finansial Spesial untuk Nasabah Terpilih
Diwarnai Kejatuhan 380...
Diwarnai Kejatuhan 380 Saham, Tren Pelemahan IHSG Berlanjut ke 6.130
Tetap Cerdas di Era...
Tetap Cerdas di Era Cashless, Begini Trik Jajan Nyaman Tanpa Bikin Dompet Kering
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved