BLT UMKM Memacu Pelaku Usaha Mandiri
Rabu, 23 September 2020 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Supari menerangkan, rata-rata pelaku ultramikro itu membutuhkan bantuan tunai. “Mereka tidak punya akses di lembaga keuangan. Mereka menggunakan modal kerja sendiri untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Praktis membutuhkan bantuan hibah. Banpres produktif menjadi program yang sangat penting,” ucapnya. (Baca juga: Arab Saudi Siap-siap Cabut Larangan Umrah)
Dia menjelaskan, para pelaku UMKM yang sudah mendapatkan BLT ini diharapkan mampu bertahan, mengembangkan usaha, dan akhirnya mandiri. Pemerintah dan BRI sudah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro. Ini merupakan skema pinjaman dengan besaran maksimal Rp10 juta. Bunganya 0% sampai Desember 2020.
Selama itu pemerintah yang menanggung bunga pinjaman. “Jangka waktunya di permenkop bisa tiga tahun. Yang jelas KUR Super Mikro, betul-betul sebagai fasilitas pembiayaan transisi dari hibah Banpres ke komersial sampai pandemi bisa dikontrol. Betul-betul runut dan menuntut masyarakat untuk survive,” tutur Supari.
BRI tidak hanya menjadi penyalur, tetapi juga akan mendampingi UMKM selama dan sesudah pandemi. BRI akan mengawal UMKM keluar dari krisis ini. Supari mengatakan, pihaknya menyadari pemulihan usaha ini membutuhkan waktu panjang, modal, dan langkah-langkah efisiensi. Pandemi ini diprediksi akan mengubah perilaku masyarakat dalam berbagai hal, termasuk belanja dan konsumsi.
“UMKM pun harus berubah. Bisnis proses dan model usaha berubah. BRI akan memberikan insentif, bentuknya pemberdayaan dan pendampingan dari literasi dasar hingga digital. Apalagi saat ini pemasaran UMKM harus berubah. Dulu offline, sekarang online. Banyak insentif BRI untuk membantu UMKM,” ucapnya. (Lihat videonya: Merasa Jenuh, Pasien Covid-19 di Kalteng Jebol Ruang Isolasi)
Pendampingan ini, menurutnya, untuk membuat para pelaku usaha kembali percaya diri dalam mengelola usaha. (F.W. Bahtiar)
Dia menjelaskan, para pelaku UMKM yang sudah mendapatkan BLT ini diharapkan mampu bertahan, mengembangkan usaha, dan akhirnya mandiri. Pemerintah dan BRI sudah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro. Ini merupakan skema pinjaman dengan besaran maksimal Rp10 juta. Bunganya 0% sampai Desember 2020.
Selama itu pemerintah yang menanggung bunga pinjaman. “Jangka waktunya di permenkop bisa tiga tahun. Yang jelas KUR Super Mikro, betul-betul sebagai fasilitas pembiayaan transisi dari hibah Banpres ke komersial sampai pandemi bisa dikontrol. Betul-betul runut dan menuntut masyarakat untuk survive,” tutur Supari.
BRI tidak hanya menjadi penyalur, tetapi juga akan mendampingi UMKM selama dan sesudah pandemi. BRI akan mengawal UMKM keluar dari krisis ini. Supari mengatakan, pihaknya menyadari pemulihan usaha ini membutuhkan waktu panjang, modal, dan langkah-langkah efisiensi. Pandemi ini diprediksi akan mengubah perilaku masyarakat dalam berbagai hal, termasuk belanja dan konsumsi.
“UMKM pun harus berubah. Bisnis proses dan model usaha berubah. BRI akan memberikan insentif, bentuknya pemberdayaan dan pendampingan dari literasi dasar hingga digital. Apalagi saat ini pemasaran UMKM harus berubah. Dulu offline, sekarang online. Banyak insentif BRI untuk membantu UMKM,” ucapnya. (Lihat videonya: Merasa Jenuh, Pasien Covid-19 di Kalteng Jebol Ruang Isolasi)
Pendampingan ini, menurutnya, untuk membuat para pelaku usaha kembali percaya diri dalam mengelola usaha. (F.W. Bahtiar)
(ysw)
Lihat Juga :