Kendalikan Inflasi, BI Terus Berkoordinasi dengan Pusat dan Daerah
Selasa, 05 Mei 2020 - 07:40 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) menilai inflasi pada April 2020 tetap terkendali, dimana tercatat sebesar 0,08% dan bakal menjaganya dalam sasaran sebesar 3,0%±1% pada 2020. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai inflasi pada April 2020 tetap terkendali, dimana tercatat sebesar 0,08% atau lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,10% (mtm). Kepala Esekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan Bank Indonesia terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi tetap rendah dan terkendali dalam sasarannya sebesar 3,0%±1% pada 2020.
"Koordinasi dengan Pemerintah tersebut termasuk untuk mengendalikan inflasi pada bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1441 H," kata Onny di Jakarta, Selasa (5/5/2020).
Dia melanjutkan perkembangan inflasi ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang melambat, serta kelompok volatile food dan administered prices yang kembali mencatat deflasi. "Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan inflasi IHK April 2020 tercatat sebesar 2,67% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 2,96% (yoy)," katanya.
Sebagai informasi, Inflasi inti pada April 2020 tercatat melambat dari 0,29% (mtm) pada bulan sebelumnya menjadi 0,17% (mtm). Menurut kelompok barang, perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh deflasi komoditas bawang bombay, di tengah komoditas gula pasir dan emas perhiasan yang mencatat kenaikan harga.
Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,85% (yoy), sedikit melambat dibandingkan dengan inflasi Maret 2020 sebesar 2,87% (yoy). Inflasi inti yang menurun tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi tetap terjaga dan dampak permintaan domestik yang melambat sejalan dampak pandemi COVID-19.
"Koordinasi dengan Pemerintah tersebut termasuk untuk mengendalikan inflasi pada bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1441 H," kata Onny di Jakarta, Selasa (5/5/2020).
Dia melanjutkan perkembangan inflasi ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang melambat, serta kelompok volatile food dan administered prices yang kembali mencatat deflasi. "Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan inflasi IHK April 2020 tercatat sebesar 2,67% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 2,96% (yoy)," katanya.
Sebagai informasi, Inflasi inti pada April 2020 tercatat melambat dari 0,29% (mtm) pada bulan sebelumnya menjadi 0,17% (mtm). Menurut kelompok barang, perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh deflasi komoditas bawang bombay, di tengah komoditas gula pasir dan emas perhiasan yang mencatat kenaikan harga.
Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,85% (yoy), sedikit melambat dibandingkan dengan inflasi Maret 2020 sebesar 2,87% (yoy). Inflasi inti yang menurun tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi tetap terjaga dan dampak permintaan domestik yang melambat sejalan dampak pandemi COVID-19.
Lihat Juga :