Opung Luhut: Karena Suka Disogok, Kita Jadi Bangsa yang Tak Tegak Dadanya

Kamis, 24 September 2020 - 15:04 WIB
loading...
Opung Luhut: Karena...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan memperbaiki biaya penerapan ekosistem logistik nasional (ELN). Perbaikan perlu dilakukan karena biaya logistik Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan ASEAN .

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ada tiga catat kecil dalam menangani ekosistem logistik nasional (ELN). Penerapan ELN ini bisa membuat Indonesia agar bisa berdiri tegak dengan negara lainnya. Pasalnya, Indonesia banyak disogok terus sehingga belum bisa membuat negara berdiri sendiri.

"Jadi kita segera membuat keputusan ini. Karena terlalu lama kita suka disogok-sogok sehingga membuat kita jadi bangsa yang tidak tegak dadanya," kata Luhut dalam diskusi virtual, Kamis (24/9/2020).

Dia melanjutkan, pentingnya eksekusi dalam ELN yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Apabila hanya berhenti pada kebijakan, berisiko tidak dijalankan.

"Dengan adanya ELN ini jadi satu, langkah yang spektakuler," imbuhnya.

Luhut berencana akan melakukan peninjauan lansung ke Batam untuk mengecek implementasi 17 transaksi layanan menjadi proses tunggal. Selain itu perlu dilakukan efisiensi lego jangkar.

"Kami lagi merancang semua jajaran darat, laut, Bea Cukai, polisi, Bakamla, Angkatan Laut, yang menangkap penyelundupan minyak, ganja, segala macam, maka 50% diatur dikembalikan kepada mereka jadi tunjangan prestasi," jelasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Rekomendasi
Baru Pertama Kali Debut...
Baru Pertama Kali Debut Akting, Axelo langsung Dipercaya Jadi Pemeran Antagonis
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Indonesia Lampaui Target...
Indonesia Lampaui Target di Kejuaraan Tinju Asia U-19 & U-23 2026, Raih 7 Medali
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved