Triwulan I/2020, Bukit Asam Catat Laba Rp1,08 triliun
Selasa, 05 Mei 2020 - 11:25 WIB
loading...
PTBA di triwulan I/2020 mencatatkan penjualan batu bara domestik Rp3,3 triliun dan penjualan batu bara ekspor Rp1,8 triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba usaha pada triwulan I/2020 mencapai Rp1,08 triliun. Pada periode yang sama, perseroan juga mencatat pencapaian EBITDA sebesar Rp1,5 triliun dan laba bersih sebesar Rp903,2 miliar.
Sepanjang triwulan I/2020, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun, yang terdiri dari pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar Rp3,3 triliun, penjualan batu bara ekspor sebesar Rp1,8 triliun dan aktivitas lainnya sebesar Rp87,2 miliar yang terdiri dari penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa.
Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan, pendapatan usaha ini dipengaruhi oleh harga jual rata-rata batu bara yang turun sebesar 3,9% menjadi Rp741.845/ton dibandingkan Rp772.058/ton di triwulan I/2019.
"Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan harga batu bara Newcastle sebesar 29,5% maupun harga batu bara thermal Indonesia (Indonesian Coal Index/ICI) GAR 5000 sebesar 6,9% dibandingkan harga rata-rata triwulan I/2019," papar Arviyan di Jakarta, Selasa (5/5/2020).
Dia melanjutkan, saat ini penjualan batu bara di sepanjang triwulan pertama 2020 naik 2,1% atau meningkat dari 6,6 juta ton menjadi 6,8 juta ton bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun, volume produksi mengalami sedikit kontraksi sekitar 2,8% yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi khususnya pada awal tahun.
Sepanjang triwulan I/2020, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun, yang terdiri dari pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar Rp3,3 triliun, penjualan batu bara ekspor sebesar Rp1,8 triliun dan aktivitas lainnya sebesar Rp87,2 miliar yang terdiri dari penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa.
Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan, pendapatan usaha ini dipengaruhi oleh harga jual rata-rata batu bara yang turun sebesar 3,9% menjadi Rp741.845/ton dibandingkan Rp772.058/ton di triwulan I/2019.
"Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan harga batu bara Newcastle sebesar 29,5% maupun harga batu bara thermal Indonesia (Indonesian Coal Index/ICI) GAR 5000 sebesar 6,9% dibandingkan harga rata-rata triwulan I/2019," papar Arviyan di Jakarta, Selasa (5/5/2020).
Dia melanjutkan, saat ini penjualan batu bara di sepanjang triwulan pertama 2020 naik 2,1% atau meningkat dari 6,6 juta ton menjadi 6,8 juta ton bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun, volume produksi mengalami sedikit kontraksi sekitar 2,8% yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi khususnya pada awal tahun.
Lihat Juga :