Kerap Ditanya, Dirut BMS Beberkan Sedikit Perbedaan Bank Syariah dengan Konvensional
Jum'at, 25 September 2020 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
"Misalkan kami menerima 10%, investor dapat 6%. ketika perbankan dapat 11%, maka investor dapat 6,6%. Dan saat turun misalnya, dapet 9% maka investor dapat 5,4%," jelasnya.
Ia menuturkan, ini merupakan konsep bagi hasil yang seimbang. Ketika naik, perbankan syariah akan bagi tinggi ke investor, namun pas turun kita bagi secara proporsional.
"Jadi tidak terpatok 6% saja seperti di bank konvensional. Kalo naik kita bagi tinggi, kalo turun kita bagi secara proporsional," kata Toni.
Selain itu, yang menjadi pembeda adalah penempatan pada pembiayaan dalam syariah itu tidak boleh ditempatkan di semua tempat. Artinya, tempat industri makanan dan minuman yang non-halal tidak boleh dilakukan.
"Karena dalam konsep perbankan syariah menjaga agama, jiwa, keturunan, akal dan kekayaan. Jadi banyak yang dijaga oleh bank syariah," jelas. ( Baca juga:Sony Alpha 7S III Resmi Hadir di Indonesia dengan Sensitivitas Klasik Seri S )
Ia menuturkan, ini merupakan konsep bagi hasil yang seimbang. Ketika naik, perbankan syariah akan bagi tinggi ke investor, namun pas turun kita bagi secara proporsional.
"Jadi tidak terpatok 6% saja seperti di bank konvensional. Kalo naik kita bagi tinggi, kalo turun kita bagi secara proporsional," kata Toni.
Selain itu, yang menjadi pembeda adalah penempatan pada pembiayaan dalam syariah itu tidak boleh ditempatkan di semua tempat. Artinya, tempat industri makanan dan minuman yang non-halal tidak boleh dilakukan.
"Karena dalam konsep perbankan syariah menjaga agama, jiwa, keturunan, akal dan kekayaan. Jadi banyak yang dijaga oleh bank syariah," jelas. ( Baca juga:Sony Alpha 7S III Resmi Hadir di Indonesia dengan Sensitivitas Klasik Seri S )
Lihat Juga :