FestiFund 2020 Gaungkan Optimisme Investasi Reksa Dana di Masa Pandemi

Minggu, 27 September 2020 - 20:40 WIB
loading...
FestiFund 2020 Gaungkan...
Direktur Utama Indo Premier Sekuritas Moleonoto The. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Indo Premier Sekuritas sebagai perusahaan penyedia jasa keuangan di pasar modal terus berupaya meningkatkan literasi serta inklusi keuangan . Langkah itu dilakukan melalui berbagai inisiatif, mulai inisiatif infrastruktur maupun literasi dan edukasi keuangan di tengan pandemi.

"Dari sisi infrastruktur kita telah mengembangkan aplikasi investasi yang terintegarasi melalui single app IPOT yang bisa digunakan oleh masyarakat tidak hanya berinvestasi di saham, tetapi juga produk psar modal lainnya, termasuk reksa dana," tegas Direktur Utama Indo Premier Sekuritas Moleonoto The, di acara pembukaaan FestiFund 2020 bertajuk “Menata Hidup dengan Reksa Dana" pada Sabtu, 26 September 2020.

Dari sisi inisiatif literasi dan inklusi, selain edukasi rutin yang dilakukan secara virtual, khususnya pada masa-masa pandemi saat ini, Indo Premier juga menyelenggarakan FestiFund 2020. ( Baca juga:Petani Bireun Diajarkan Cara Kelola Keuangan )

"Rencana kami acara ini bisa kita lakukan setiap tahun, kalau perlu lebih dari satu kali dalam setahun dengan tujuan mengenalkan manfaat reksa dana dan produk pasar modal lainnya,"

Ia menambahkan setiap sesi disusun komprehensif mulai dari agenda perencanaan keuangan, pengenalan produk reksa dana bagi pemula sampai strategi investasi sesuai dengan preferensi dan tolerasi risiko setiap investor.

"Harapan kami FestiFund 2020 ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap produk reksa dana. Semoga ini bisa dijadikan alternatif investasi dan tools untuk diversifikasi portfolio."

Ketua Dewan Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) Prihatmo Hari Mulyanto pun mengapresisi inisiatif acara FestiFund 2020. Ia mengakui kalau Indo Premier Sekuritas merupakan salah satu perusahaan efek yang sangat aktif dalam melakukan acara-acara sosialisasi terkait dengan produk-produk reksa dana. Ia pun optimis FestiFund 2020 akan memberikan hasil yang maksimal bagi perkembangan reksa dana di Indonesia.

"Pencapaian industri reksa dana cukup menggembirakan. Dana kelolaan sudah tumbuh lebih dari Rp500 triliun dan lebih dari 2.000 produk. Kalau lihat jumlah investor juga telah tembus di atas dua juta. Ini saya rasa pencapaian yang luar biasa, apalagi sekarang sudah ada kemudahan bertransaksi melalui platform elektronik," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A Otoritas Jasa Keuangan Luthfy Zain Fuady mengatakan, FestiFund 2020 merupakan salah satu ikhtiar untuk menyikapi pandemi secara positif.

Ia lantas mengajak masyarakat untuk menyikapi ujian pandemi Covid-19 dengan tetap bersyukur atas nikmat pertumbuhan yang sudah dialami saat ini, kendati masih ada banyak hal yang harus dilakukan untuk mengatasi berbagai tekanan di tengah pandemi Covid-19.

"Di tengah uncertainty saat ini optimisme harus selalu ada. Kita harus tetap optimis karena justru di periode 9 bulan terakhir ini, dengan 7 bulan masuk masa pandemi, jumlah investor justru meningkat 20% dibandingkan akhir 2019. Saat ini ada 3,2 investor yang memiliki SID. 2,4 juta SIDnya merupakan kontribusi dari industri reksa dana," terangnya. ( Baca juga:Bertambah 3.874 Kasus, Berikut Sebaran Penambahan Covid-19 di 34 Provinsi )

Nah, guna meningkatkan optimisme masyarakat investor, ia pun meminta para narasumber FestiFund 2020 untuk menyampaikan informasi secara seimbang terkait produk dan risiko produk dengan mengedepankan aspek-aspek yang sifatnya edukatif dan literatif.

Optimisme serupa disampaikan Ekonom Senior INDEF Dr. Aviliani. Ia menegaskan, meski potensi Indonesia masuk jurang resesi itu ada, tetapi defisit dan penurunan pertumbuhannya itu relatif sangat rendah.

"Resesi tidak menakutkan. Situasi kepastian di suatu negara itu adalah ketidakpastian itu sendiri. Sebagai investor tentu perlu menganggap situasi krisis atau resesi, karena pandemi atau yang lain, akan terjadi dari waktu ke waktu," kata Aviliani.

FestiFund 2020 yang diselenggarakan pada 26-27 September 2020 dan 3-4 Oktober 2020 dihadiri lebih dari 1.000 peserta dan sejumlah narasumber ternama, seperti Co-Founder QM Financial Ligwina Hananto, Founder & Chief Planner at ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie, serta Pengurus Pusat MES dan Independent Financial Consultant Kaukabus Syarqiyah.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
MSIG Life dan ISCO Foundation...
MSIG Life dan ISCO Foundation Bekali Orang Tua Kelola Keuangan Keluarga
Rekomendasi
Jokowi Pakai Baju dan...
Jokowi Pakai Baju dan Topi Logo PSI Mulai Blusukan ke Lampung
Aldi Taher Ungkap Kondisi...
Aldi Taher Ungkap Kondisi Terkini Ibunda, Pulih Usai Berjuang Melawan Stroke 5 Kali
Pramono Tegaskan Tak...
Pramono Tegaskan Tak Ada Aturan Baru Ganjil Genap
Berita Terkini
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Tipis ke 6.010, Ada 519 Saham Malas Bergerak
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved