Pemerintah Berikan Berbagai Stimulus untuk Genjot Ekonomi Pariwisata
Selasa, 29 September 2020 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
Luhut melanjutkan, kemungkinan tahun depan dana stimulus masih tetap berlanjut dengan anggaran mencapai Rp500 triliun. Adapun anggaran tersebut digunakan untuk aktivitas produktif seperti pembuatan real estat, pengembangan budi daya tambak udang, dan sebagainya. Diharapkan hal ini dapat memberikan pemasukan bagi negara dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. “Kami berharap pada 2021, perekonomian Indonesia akan kembali tumbuh menjadi 4,5% hingga 5%,” katanya.
Pemberian stimulus berupa diskon paket pariwisata ini pun disambut baik asosiasi perusahaan penerbangan Indonesia. Ketua Indonesia National Air Carriers (INACA), Denon Prawiraatmadja, mengatakan, rencana pemerintah memberikan diskon paket pariwisata hingga 50% melalui nomor induk kependudukan dinilai sebagai langkah positif. (Baca juga: Pneumonia Butuh Penanganan Serius)
Menurut Denon, langkah tersebut merupakan upaya pemerintah mendorong masyarakat melakukan kegiatan secara produktif. “Ini terutama pada kegiatan-kegiatan di sektor ekonomi yang merupakan upaya positif yang harus kita dukung,” ungkapnya saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta kemarin.
Meski demikian, Denon menekankan pentingnya protokol dasar, yakni tetap berjalannya protokol kesehatan untuk mengantisipasi persebaran Covid-19. “Selama sifatnya masih pandemi, saya kira protokol dasar masih perlu dipertegas seperti penggunaan masker, membawa hand sanitizer dan menjaga jarak. Itu tetap menjadi hal penting untuk pencegahan,” ujarnya. (Lihat videonya: Sepeda Kayu dari Limbah Kayu Pinus)
Di tempat terpisah, Ketua Tim Ahli Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Janianton Damanik, menyatakan bahwa pemberian diskon paket wisata 50% dinilai tidak signifikan untuk memulihkan ekonomi. Bagi dia, program diskon paket wisata tidak akan efektif jika kondisi belum aman dari Covid-19. (Rina Anggraeni/Ichsan Amin)
Pemberian stimulus berupa diskon paket pariwisata ini pun disambut baik asosiasi perusahaan penerbangan Indonesia. Ketua Indonesia National Air Carriers (INACA), Denon Prawiraatmadja, mengatakan, rencana pemerintah memberikan diskon paket pariwisata hingga 50% melalui nomor induk kependudukan dinilai sebagai langkah positif. (Baca juga: Pneumonia Butuh Penanganan Serius)
Menurut Denon, langkah tersebut merupakan upaya pemerintah mendorong masyarakat melakukan kegiatan secara produktif. “Ini terutama pada kegiatan-kegiatan di sektor ekonomi yang merupakan upaya positif yang harus kita dukung,” ungkapnya saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta kemarin.
Meski demikian, Denon menekankan pentingnya protokol dasar, yakni tetap berjalannya protokol kesehatan untuk mengantisipasi persebaran Covid-19. “Selama sifatnya masih pandemi, saya kira protokol dasar masih perlu dipertegas seperti penggunaan masker, membawa hand sanitizer dan menjaga jarak. Itu tetap menjadi hal penting untuk pencegahan,” ujarnya. (Lihat videonya: Sepeda Kayu dari Limbah Kayu Pinus)
Di tempat terpisah, Ketua Tim Ahli Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Janianton Damanik, menyatakan bahwa pemberian diskon paket wisata 50% dinilai tidak signifikan untuk memulihkan ekonomi. Bagi dia, program diskon paket wisata tidak akan efektif jika kondisi belum aman dari Covid-19. (Rina Anggraeni/Ichsan Amin)
(ysw)
Lihat Juga :