Mudah Beud, Tiga Kali Klik Sudah Bisa Investasi di Bursa Komoditas Top Amerika
Selasa, 29 September 2020 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, dalam indeks S&P 500 saham dari industri teknologi dan informasi menjadi penggerak utama dalam 10 tahun belakangan ini. Seperti diketahui, tidak terlalu banyak perusahaan teknologi yang terdaftar di bursa publik atau IPO. ( Baca juga:Pandemi Covid-19, Pembangunan 3 Flyover dan 1 Underpass di Jakarta Masuki Tahap Akhir )
"jadi investor di Asia lebih susah eksposur di perusahaan teknologi, indeks S&P 500 menjadi pilihan" ungkapnya.
Ia menyarankan, agar para investor dapat berinvestasi dalam jangka panjang, sebab S&P 500 selalu mengalami peningkatan. Dalam tiga tahun belakang S&P 500 sudah memiliki imbal hasil sebesar 49%, lima tahun belakang sudah mencapai 76% dan 10 tahun 326%.
"Kalo dilihat dalam jangka waktu panjang S&P 500 memiliki return yang bagus," pungkasnya.
"jadi investor di Asia lebih susah eksposur di perusahaan teknologi, indeks S&P 500 menjadi pilihan" ungkapnya.
Ia menyarankan, agar para investor dapat berinvestasi dalam jangka panjang, sebab S&P 500 selalu mengalami peningkatan. Dalam tiga tahun belakang S&P 500 sudah memiliki imbal hasil sebesar 49%, lima tahun belakang sudah mencapai 76% dan 10 tahun 326%.
"Kalo dilihat dalam jangka waktu panjang S&P 500 memiliki return yang bagus," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :