Hikmah Pandemi, Momentum Bagi Percepatan Transformasi Digital

Kamis, 01 Oktober 2020 - 14:21 WIB
loading...
Hikmah Pandemi, Momentum...
Tangkapan layar FGD Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo bertajuk Pandemi Covid-19 Sebagai Momentum Percepatan Transformasi Digital di Bogor, Kamis (1/10/2020). Foto/M Faizal
A A A
BOGOR - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia telah menekan hampir semua sektor yang ada. Namun, di balik musibah itu, pandemi Covid-19 juga menjadi faktor pendorong perubahan kultur serta kemajuan teknologi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di Indonesia misalnya, teknologi digital yang diperkirakan baru akan dimaksimalkan beberapa tahun ke depan, dengan adanya wabah ini justru berjalan lebih cepat. Pandemi Covid-19 telah menjadi momentum bagi percepatan transformasi digital di dalam negeri.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan lnformatika (Dirjen SDPPI Kemkominfo) Ismail, dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah media nasional di Bogor, Kamis (1/10/2020).

(Baca Juga: Sinergitas Teknologi di Asia Pasifik Dipacu Melalui Transformasi Digital)

"Saya ingin mengutip pernyataan Presiden terkait pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita semua melakukan adaptasi kehidupan baru. lni adalah momentum untuk melakukan percepatan transformasi digital," kata Ismail.

Guna menangkap momentum transformasi digital ini, lanjut dia, beberapa masalah perlu diselesaikan. Di antaranya, infrastruktur yang menjadi fokus utama dalam meningkatnya kebutuhan broadband. "Ketersediaan infrastruktur yang dapat diandalkan adalah suatu keharusan," tandasnya.

Ismail mengungkapkan lima hal yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat transformasi tersebut. Pertama, percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital, agar bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat di hingga ke pelosok Indonesia.

Kedua, meminta jajaran terkait untuk mempersiapkan peta jalan transformasi digital di sektor-sektor strategis, antara lain pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, dan penyiaran.

Ketiga, percepatan integrasi pusat data nasional. Hal ini menurutnya amat penting karena akan memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat serta meningkatkan efisiensi.

Keempat, menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia talenta digital. Indonesia, kata Ismail, diperkirakan membutuhkan talenta digital kurang Iebih 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan, atau kurang Iebih 600.000 orang per tahun. "Kelima, terkait perencanaan transformasi digital, perlu dipersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan regulasi, skema pendanaan, dan pembiayaan transformasi digital," tuturnya.

(Baca Juga: Kominfo Berharap Legislasi DPR Mendukung Transformasi Digital)

Di sisi grassroot, Ianjut Dirjen SDPPI, ada Iima kebiasaan baru masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, setelah kurang Iebih lima bulan menghadapi pandemi Covid-19, yakni pemanfaatan jaringan untuk bekerja dari rumah, meningkatnya digital payment, akses digital untuk kesehatan dan belajar jarak jauh, serta akselerasi transformasi digital dunia industri.

"Covid-19 juga telah membentuk perilaku masyarakat kita memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan Iebih baik," kata Ismail.

Ismail menegaskan, seluruh dunia saat ini berlomba-lomba untuk menyelesaikan transformasi digital agar dapat bertahan dan berkembang di era tatanan baru ini. "Jadi seberapa cepat bangsa ini bisa melakukan transformasi ke ruang digital sangat penting karena akan menentukan apakah kita akan tertinggal atau maju," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
Transformasi Digital...
Transformasi Digital Kepabeanan, 1.600 Pengguna Jasa Ikuti Sosialisasi Dokap Online Bea Cukai Priok
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
BRImo Raih Penghargaan...
BRImo Raih Penghargaan Digital Innovation in Business Transformation di Ajang Digital Innovation Awards 2026
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Rekomendasi
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved