Penyederhanaan Cukai Rokok Berpotensi Picu Monopoli
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Bupati Temanggung H.M. Al Khadziq berharap pemerintah pusat bisa menguatkan komitmen untuk membantu kelangsungan hidup para petani tembakau. Menurut pengakuannya, di Temanggung saat ini harga jual tembakau semakin anjlok.
Penurunan harga tembakau ini selain karena faktor cuaca yang kurang mendukung, juga karena pabrikan enggan menyerap tembakau milik petani. “Ketika saya ulik lebih jauh, ternyata alasannya karena cukai naik, penjualan mereka lantas turun. Kuota pembelian pabrikan menurun sampai 15-20%,” kata Khadzig. (Baca juga: Bantuan Kuota Data Diminta Pakai Sistem Akumulasi)
Agus Parmuji dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) meminta agar kenaikan cukai ditunda dengan mempertimbangkan dampaknya kepada petani tembakau. Agus juga meminta pemerintah agar adil dalam menyusun regulasi terkait IHT termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
“Kami mohon para penyusun kebijakan untuk dapat bersikap adil terutama bagi rakyat kecil seperti petani tembakau. Karena petani juga berhak untuk mendapatkan penghidupan yang layak dan kepastian untuk tetap menyambung hidup,” ujarnya.
Disinggung soal penyederhanaan tarif cukai, Agus menegaskan pihaknya sudah sejak awal menentang agenda ini. “Kami protes sejak tahun lalu agar jangan dilaksanakan karena IHT itu, kan, terbagi besar, menengah, kecil. Keberadaan pabrikan yang beragam akan menciptakan kompetisi penyerapan tembakau lokal, khususnya yang kualitasnya sedang. Karena tembakau kualitas sedang ini paling banyak diserap industri menengah ke bawah. Makin besar kompetisi, kami (hasil tani) makin banyak dicari,” tuturnya. (Baca juga: Penggunaan Masker Kurangi Risiko Tertular Covid-19)
Penurunan harga tembakau ini selain karena faktor cuaca yang kurang mendukung, juga karena pabrikan enggan menyerap tembakau milik petani. “Ketika saya ulik lebih jauh, ternyata alasannya karena cukai naik, penjualan mereka lantas turun. Kuota pembelian pabrikan menurun sampai 15-20%,” kata Khadzig. (Baca juga: Bantuan Kuota Data Diminta Pakai Sistem Akumulasi)
Agus Parmuji dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) meminta agar kenaikan cukai ditunda dengan mempertimbangkan dampaknya kepada petani tembakau. Agus juga meminta pemerintah agar adil dalam menyusun regulasi terkait IHT termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
“Kami mohon para penyusun kebijakan untuk dapat bersikap adil terutama bagi rakyat kecil seperti petani tembakau. Karena petani juga berhak untuk mendapatkan penghidupan yang layak dan kepastian untuk tetap menyambung hidup,” ujarnya.
Disinggung soal penyederhanaan tarif cukai, Agus menegaskan pihaknya sudah sejak awal menentang agenda ini. “Kami protes sejak tahun lalu agar jangan dilaksanakan karena IHT itu, kan, terbagi besar, menengah, kecil. Keberadaan pabrikan yang beragam akan menciptakan kompetisi penyerapan tembakau lokal, khususnya yang kualitasnya sedang. Karena tembakau kualitas sedang ini paling banyak diserap industri menengah ke bawah. Makin besar kompetisi, kami (hasil tani) makin banyak dicari,” tuturnya. (Baca juga: Penggunaan Masker Kurangi Risiko Tertular Covid-19)
Lihat Juga :