Buat Terobosan, SKK Migas Percepat Proses Pengadaan Barang dan Jasa
Senin, 05 Oktober 2020 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Erwin, terobosan-terobosan terus dilakukan melalui kolaborasi antara SKK Migas dan KKKS dengan mengembangkan kerangka model kerja dan roadmap pengembangan kegiatan pengadaan barang dan jasa sebagai bagian dari alignment dengan program Indonesia Oil and Gas 4.0 dalam mencapai target produksi 1 juta BOPD pada tahun 2030.
(Baca Juga: SKK Migas Usahakan Produksi Migas Tidak Turun di 2021)
Upaya percepatan Pengadaan Barang dan Jasa ini mendapat respon positif dari Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). VP SCM Medco E&P Indonesia, Kenneth Gunawan menyatakan Medco E&P sebagai KKKS nasional yang aktif melakukan investasi sangat mendukung upaya percepatan dan fleksibilitas yang dilakukan SKK Migas, agar investasi di industri hulu migas dapat terus meningkat.
Seperti diketahui, kinerja hulu migas nasional sampai September 2020 masih menggembirakan meskipun di tengah kondisi tertekan akibat pandemi Covid-19 dan harga minyak yang masih rendah. SKK Migas outlook lifting minyak dan gas bumi diperkirakan mencapai 99,5% dari target APBN-P 2020.
Outlook capaian lifting ini akan menghasilkan penerimaan negara sebesar USD6,74 miliar atau 115% dari target APBN-P 2020 yaitu USD5,86 miliar dengan asumsi ICP (Indonesian Crude Price) USD38 per barel.
(Baca Juga: SKK Migas Usahakan Produksi Migas Tidak Turun di 2021)
Upaya percepatan Pengadaan Barang dan Jasa ini mendapat respon positif dari Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). VP SCM Medco E&P Indonesia, Kenneth Gunawan menyatakan Medco E&P sebagai KKKS nasional yang aktif melakukan investasi sangat mendukung upaya percepatan dan fleksibilitas yang dilakukan SKK Migas, agar investasi di industri hulu migas dapat terus meningkat.
Seperti diketahui, kinerja hulu migas nasional sampai September 2020 masih menggembirakan meskipun di tengah kondisi tertekan akibat pandemi Covid-19 dan harga minyak yang masih rendah. SKK Migas outlook lifting minyak dan gas bumi diperkirakan mencapai 99,5% dari target APBN-P 2020.
Outlook capaian lifting ini akan menghasilkan penerimaan negara sebesar USD6,74 miliar atau 115% dari target APBN-P 2020 yaitu USD5,86 miliar dengan asumsi ICP (Indonesian Crude Price) USD38 per barel.
(fai)
Lihat Juga :