Pertagas Latih Kader Posyandu di Aceh Timur Cegah Stunting
Rabu, 07 Oktober 2020 - 15:47 WIB
loading...
Pelatihan kader posyandu untuk pencegahan stunting di Gampong Alue Geunteng dan Tampak, Kec. Rantau Peureulak, Kab. Aceh Timur, Aceh. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Data Rikesda Kemenkes Tahun 2019 menunjukkan, Kecamatan Aceh Timur memiliki jumlah kasus stunting di tertinggi sebanyak 8.583 kasus se-Provinsi Aceh. Hal ini mendasari komitmen PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk ikut membantu menurunkan angka stunting di wilayah kerja Pertagas Operation North Sumatera Area (ONSA).
Selama dua hari, Pertagas bekerja sama dengan The Indonesia Village melakukan Pelatihan Peran Serta Kader Posyandu Tahun 2020 di Gampong Alue Geunteng dan Tampak, Kec. Rantau Peureulak, Kab. Aceh Timur, Aceh.
(Baca Juga: Pertagas Ujicoba Alirkan Gas Perdana ke Kuala Tanjung)
Pelatihan ini bertujuan agar Kader Posyandu lebih memahami peranan dalam melakukan aktivitas posyandu, tidak hanya melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Karenanya dalam pelatihan tersebut juga diberikan tips dan trik agar Kader mampu lebih percaya diri dalam penyampaian penyuluhan kesehatan.
Pelatihan ini diambut baik sukarelawan Kader Posyandu karena kebanyakan dari mereka mengakui masih kurang bekal pengetahuan serta mengenai informasi kesehatan terbaru. "Jadi kami senang sekali dengan adanya pelatihan ini," ungkap Farida, salah satu sukarelawan.
Selama dua hari, Pertagas bekerja sama dengan The Indonesia Village melakukan Pelatihan Peran Serta Kader Posyandu Tahun 2020 di Gampong Alue Geunteng dan Tampak, Kec. Rantau Peureulak, Kab. Aceh Timur, Aceh.
(Baca Juga: Pertagas Ujicoba Alirkan Gas Perdana ke Kuala Tanjung)
Pelatihan ini bertujuan agar Kader Posyandu lebih memahami peranan dalam melakukan aktivitas posyandu, tidak hanya melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Karenanya dalam pelatihan tersebut juga diberikan tips dan trik agar Kader mampu lebih percaya diri dalam penyampaian penyuluhan kesehatan.
Pelatihan ini diambut baik sukarelawan Kader Posyandu karena kebanyakan dari mereka mengakui masih kurang bekal pengetahuan serta mengenai informasi kesehatan terbaru. "Jadi kami senang sekali dengan adanya pelatihan ini," ungkap Farida, salah satu sukarelawan.
Lihat Juga :