Dilebur, Bank Syariah BUMN Makin Kuat
Rabu, 14 Oktober 2020 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
“Skema merger tentunya ini tunggu tanggal 20 Oktober, nanti akan menyampaikan pengumuman merger plan. Ini masih kondisi merger, ihwal advance dipertanyakan belum bisa diungkapkan sekarang. Tunggu tanggal 20-21 Oktober tahun ini, akan ke step pengumuman merger plan-nya,” ucap Herry.
Tim PMO menegaskan, mereka belum akan menyampaikan informasi lebih detail mengingat induk-induk bank yang anak usahanya dimerger merupakan perusahaan terbuka. Selain persoalan nama, direksi dan komisaris atau penguasa baru di bank syariah hasil merger juga belum bisa disampaikan.
“Teman-teman, harap maklum kondisi kami, ini perusahaan Tbk. Kita tidak boleh mendahului informasi material ke publik sebelum step-step dilalui,” ujarnya.
Dalam penggabungan ini, PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) ditetapkan menjadi bank survivor atau entitas yang menerima penggabungan Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah. Direktur Utama PT Bank BRISyariah Tbk Ngatari mengaku siap mengemban amanah yang dititipkan pemerintah. (Baca juga: Pemipimpin Oposisi Ultimatum Presiden Belarusia)
“Kami sebagai satu-satunya bank umum syariah anak perusahaan BUMN yang tercatat di bursa siap menerima amanah ini. Merger ini sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia. Agar Indonesia memiliki bank syariah terbesar yang mampu bersaing secara global,” kata Ngatari.
Rencana merger ini juga bagian dari Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) yang dicanangkan pemerintah untuk memperkuat ekonomi nasional. “Kami berharap bank syariah yang lahir dari proses ini bisa menjadi salah satu mesin utama dalam menggerakkan roda ekonomi umat di Indonesia. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses ini dapat dituntaskan dengan baik,” papar Ngatari. (Lihat videonya: Sejumlah Aktivis dan Petinggi KAMI Ditangkap Polisi)
Jika digabungkan aset tiga bank syariah dan unit usaha syariah Bank BTN hingga Juni 2020 tercatat sebesar Rp245,87 triliun. Dari jumlah tersebut, Bank Syariah Mandiri memiliki aset sebesar Rp114,4 triliun. Kemudian disusul dengan BNI Syariah dengan aset Rp50,78 triliun. Sementara aset BRI Syariah sebesar Rp49,6 triliun. Adapun aset UUS BTN Rp31,09 triliun. (Kunthi Fahmar Sandy/Suparjo Ramalan/Michele Natalia)
Tim PMO menegaskan, mereka belum akan menyampaikan informasi lebih detail mengingat induk-induk bank yang anak usahanya dimerger merupakan perusahaan terbuka. Selain persoalan nama, direksi dan komisaris atau penguasa baru di bank syariah hasil merger juga belum bisa disampaikan.
“Teman-teman, harap maklum kondisi kami, ini perusahaan Tbk. Kita tidak boleh mendahului informasi material ke publik sebelum step-step dilalui,” ujarnya.
Dalam penggabungan ini, PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) ditetapkan menjadi bank survivor atau entitas yang menerima penggabungan Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah. Direktur Utama PT Bank BRISyariah Tbk Ngatari mengaku siap mengemban amanah yang dititipkan pemerintah. (Baca juga: Pemipimpin Oposisi Ultimatum Presiden Belarusia)
“Kami sebagai satu-satunya bank umum syariah anak perusahaan BUMN yang tercatat di bursa siap menerima amanah ini. Merger ini sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia. Agar Indonesia memiliki bank syariah terbesar yang mampu bersaing secara global,” kata Ngatari.
Rencana merger ini juga bagian dari Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) yang dicanangkan pemerintah untuk memperkuat ekonomi nasional. “Kami berharap bank syariah yang lahir dari proses ini bisa menjadi salah satu mesin utama dalam menggerakkan roda ekonomi umat di Indonesia. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses ini dapat dituntaskan dengan baik,” papar Ngatari. (Lihat videonya: Sejumlah Aktivis dan Petinggi KAMI Ditangkap Polisi)
Jika digabungkan aset tiga bank syariah dan unit usaha syariah Bank BTN hingga Juni 2020 tercatat sebesar Rp245,87 triliun. Dari jumlah tersebut, Bank Syariah Mandiri memiliki aset sebesar Rp114,4 triliun. Kemudian disusul dengan BNI Syariah dengan aset Rp50,78 triliun. Sementara aset BRI Syariah sebesar Rp49,6 triliun. Adapun aset UUS BTN Rp31,09 triliun. (Kunthi Fahmar Sandy/Suparjo Ramalan/Michele Natalia)
(ysw)
Lihat Juga :