Menkeu Beberkan Penyebab Inflasi Rendah pada April

Rabu, 06 Mei 2020 - 20:31 WIB
loading...
Menkeu Beberkan Penyebab...
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan April 2020 hanya 0,08%. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan terjadinya penurunan permintaan yang memicu rendahnya angka inflasi pada bulan April 2020.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi hanya mencapai 0,08% pada April 2020. Padahal, pada periode yang sama tahun 2019 inflasi mencapai 0,44%.

"Inflasi April sangat rendah dibandingkan kondisi seasonal kalau kita sedang hadapi bulan puasa. Ini bukan karena harga komoditas turun tetapi karena permintaan turun akibat Covid-19 dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar),” ucap Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Dia mengatakan, pemerintah terus menjaga ketersediaan barang agar harga tetap terjaga. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian juga terus menjaga harga dan ketersediaan bahan pangan. "Sehingga kalau kita lihat harga stabil sehingga pasokan pangan terjaga,” tukasnya.

Sebelumnya, BPS mengungkapkan bahwa berdasarkan komponen pengeluaran, inflasi selama bulan April 2020 lebih disebabkan oleh kelompok makanan, minuman, tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi 0,09% dan memiliki andil terhadap inflasi April sebesar 0,02%.

Komoditas utama pemicu inflasi kelompok makanan tersebut yaitu bawang merah dengan andil sebesar 0,08%, gula pasir 0,02%, serta minyak goreng dan rokok kretek filter sebesar 0,01%.

Selain itu masih ada juga komoditas yang menyebabkan penurunan harga atau deflasi, yakni cabai merah dengan andil 0,08%, daging ayam ras 0,05%, dan bawang putih 0,02%. Sementara itu, kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,42% dan andilnya terhadap inflasi April 2020 sebesar -0,05%.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Gaji ke-13 Sudah Cair...
Gaji ke-13 Sudah Cair ke 5,5 Juta Penerima, Pemerintah Kucurkan Rp24,05 Triliun
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Inflasi Medis Picu Kenaikan...
Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rekomendasi
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Bukan Garasi Pejabat...
Bukan Garasi Pejabat Biasa: Dua Harley, Tiga Jip Legendaris, dan Rompi Oranye Silmy Karim
Berita Terkini
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved