Edan! Inalum Mau Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Senilai Rp290 Triliun
Kamis, 15 Oktober 2020 - 19:58 WIB
loading...
A
A
A
"Pendanaan, sebelumnya ada yang tanya nilai proyek kan sekitar USD12 miliar. Lalu Pak Menteri (BUMN) katakan USD20 miliar, karena turunannya lebih jauh, tidak berhenti pada nilai yang saya sampaikan, sehingga bisa sampai USD20 miliar. Kita terbuka untuk mitra kita, nikel kita banyak, mitra ketiga masuk bisa capai USD20 miliar, sekarang hitungan masih USD12 miliar," katanya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mencatat, hilirisasi industri minerba, terutama nikel mendapat respons positif dari investasi luar negeri. Investor tersebut adalah Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari Cina dan LG Chem Ltd asal Korea. Dua produsen electric vehicle (EV) Battery untuk kendaraan listrik terbesar dunia itu mengisyaratkan akan bergabung dengan proyek investasi senilai USD20 miliar dalam pengembangan rantai pasokan nikel di Tanah Air. ( Baca juga:Meski Pandemi, Elon Musk Masih Produksi Tesla 500.000 Unit Tahun Ini )
Menurut dia, kehadiran investasi luar negeri menunjang program industri nasional. Erick mengaku yakin, aspek keberlanjutan terus berkembang dan mendukung ketahanan energi Indonesia.
"Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel, bahan baku utama EV Battery, terbesar dunia yang menguasai 27% kebutuhan pasar global," ujar Erick
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mencatat, hilirisasi industri minerba, terutama nikel mendapat respons positif dari investasi luar negeri. Investor tersebut adalah Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari Cina dan LG Chem Ltd asal Korea. Dua produsen electric vehicle (EV) Battery untuk kendaraan listrik terbesar dunia itu mengisyaratkan akan bergabung dengan proyek investasi senilai USD20 miliar dalam pengembangan rantai pasokan nikel di Tanah Air. ( Baca juga:Meski Pandemi, Elon Musk Masih Produksi Tesla 500.000 Unit Tahun Ini )
Menurut dia, kehadiran investasi luar negeri menunjang program industri nasional. Erick mengaku yakin, aspek keberlanjutan terus berkembang dan mendukung ketahanan energi Indonesia.
"Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel, bahan baku utama EV Battery, terbesar dunia yang menguasai 27% kebutuhan pasar global," ujar Erick
(uka)
Lihat Juga :