Sebelum Trading, Cek Dulu Likuiditas Saham dengan Aplikasi MNC Trade New!

Minggu, 18 Oktober 2020 - 09:40 WIB
loading...
Sebelum Trading, Cek...
Cek Likuiditas Saham dengan Aplikasi MNC Trade New. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Salah satu faktor penting bagi trader dalam menentukan saham incaran adalah likuiditas saham. Saham yang likuid artinya saham yang aktif diperdagangkan, ditandai dengan selalu adanya antrian order pada fraksi-fraksi harga di harga permintaan (bid price) maupun penawaran (offer price). Selain dari antrian bid offer, saham likuid juga dapat dinilai berdasarkan bid offer split dan lot saham.

Direktur IT & Online Trading MNC Sekuritas Fifi Virgantria mengungkapkan minat pasar terhadap suatu saham akan tercermin dari frekuensi dan volume perdagangan. Saham tidak likuid biasanya ditransaksikan dengan volume yang kecil. Trader sebaiknya menghindari saham tidak likuid karena susah dibeli dan susah dijual. Harganya bisa naik cepat, tapi juga turun dalam waktu sekejap karena jumlah saham beredar atau jumlah permintaan penawarannya kecil.

"Trader tentunya memiliki target realisasi keuntungan dalam jangka waktu tertentu. Jika salah memilih saham yang ternyata tidak likuid, trader akan repot saat menjual saham. Karena sedikitnya bid offer, perlu waktu untuk menjual saham tersebut. Harga saham tidak likuid juga cenderung di situ-situ saja, sehingga trader harus sabar menunggu harganya bergerak dulu baru bisa melakukan penjualan," jelas Fifi, di Jakarta Minggu (18/10/2020).

Baca Juga: Cari Rekomendasi Saham? Pantengin YouTube Live MNC Sekuritas Tiap Pagi

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk identifikasi saham likuid adalah dengan mengecek kapitalisasi pasarnya. Saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp4 triliun termasuk kategori kapitalisasi pasar besar, range Rp2 triliun - Rp4 triliun termasuk kapitalisasi sedang dan di bawah Rp1 triliun termasuk kapitalisasi kecil.

Fifi menyarankan agar trader memilih saham dengan kapitalisasi besar (big caps) yang termasuk sebagai saham dengan likuiditas tinggi. Biasanya, harga saham-saham big caps relatif lebih mudah naik dan volatilitasnya menarik untuk trading. Saham likuid ini cocok untuk mendapatkan profit jangka pendek.

Baca Juga: Lahirkan 1.600 Investor, MNC Sekuritas Makin Gencar Edukasi Saham

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakomodir saham-saham yang termasuk dalam kategori likuid dalam bentuk indeks saham seperti IDX80. Kehadiran indeks saham ini menyempurnakan indeks saham yang sudah ada sebelumnya, yaitu IDX30 dan LQ45. Indeks saham IDX80 terdiri dari 80 saham yang paling likuid di BEI. Cara praktis untuk memilih saham yang likuid, jelas Fifi, adalah mengecek saham-saham apa yang termasuk di IDX80, pada fitur di aplikasi MNC Trade New.

"Untuk memantau pergerakan indeks IDX80 dan indeks saham lainnya yang ada di Bursa Efek Indonesia, trader dapat mengecek menu Index Composite yang ada di aplikasi MNC Trade New. Daftar saham yang termasuk indeks ini dievaluasi Bursa Efek Indonesia secara berkala dan dapat dicek melalui website Bursa Efek Indonesia di www.idx.co.id," kata Fifi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
Rekomendasi
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Kenali Dulu Gejala-gejala...
Kenali Dulu Gejala-gejala PMK Sebelum Membeli Hewan Kurban
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved