Biaya Sekolah Mahal Bu, Ini Panduan Menyiapkannya Sampai S1
Minggu, 18 Oktober 2020 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A

Tabel di bagian kanan menunjukkan jangka waktu investasi yang harus Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan biaya tersebut. Pilihlah investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda dan jangka waktu investasinya.
Pilih instrumen investasi sesuai profil risiko dan jangka waktu investasi. Semakin pendek jangka waktu menabung Anda, sebut saja di bawah setahun hingga tiga tahun, pilihlah instrumen yang memiliki volatilitas nilai rendah dan imbal hasil stabil. Sebut saja seperti reksa dana pasar uang, deposito, atau obligasi negara seperti ORI, Sukuk, dan lain sebagainya.
Namun untuk jangka menengah atau panjang (di atas 5 tahun), Anda bisa lebih fleksibel memilih instrumen investasi, bisa di instrumen dengan volatilitas rendah seperti yang telah disebutkan, atau yang tinggi sekalipun seperti saham atau reksa dana saham.
(Baca Juga: Juli Terjadi Deflasi, Biaya Sekolah Tetap Masih Mahal)
Untuk menentukan persentase bunga tahunan, Anda bisa menggunakan asumsi imbal hasil dari sebuah investasi dalam jangka waktu setahun. Sebut saja, asumsi imbal hasil setahun untuk deposito adalah 4%, obligasi negara 6%, reksa dana pasar uang 7%, reksa dana pendapatan tetap 9%, reksa dana saham 12%, dan saham blue chip adalah 15%.
Untuk amannya, pastikan bahwa kita memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan (UP) yang cukup untuk menanggung biaya hidup serta biaya pendidikan buah hati kita.
Itulah strategi untuk menabung biaya pendidikan anak yang efektif. Pada intinya, menabung dana pendidikan memang penting, namun agar lebih mudah pencapaiannya, Anda harus mengalokasikan dana tabungan ke instrumen investasi.
(fai)
Lihat Juga :