Sambut Hari Pangan Sedunia, Diversifikasi Sagu Digalakkan
Rabu, 21 Oktober 2020 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
Jenis Sagu yang tumbuh di wilayah Papua pun menghasilkan pati yang lebih tinggi dibandingkan sagu yang tumbuh di daerah lain. Sayangnya, dari segi konsumsi terhitung masih sangat rendah yaitu 0,4-0,5 kg/kapita/tahun sedangkan konsumsi beras cukup besar hingga 95 kg/kapita/tahun dan konsumsi tepung terigu meningkat tajam hingga 10-18 kg/kapita/tahun.
Baca Juga: Sagu, Olahan yang Lekat di Lidah Orang Indonesia
Dalam hal kontribusi sagu terhadap penyediaan lapangan pekerjaan, jumlah tenaga kerja atau petani sagu mencapai 286.007 KK. Sedangkan dalam hal kontribusi ekspor, nilai ekspor sagu di tahun 2019 adalah sebesar Rp108,89 miliar dan total volume 26.625 ton, dengan 5 negara tujuan utama ekspor sagu Indonesia yaitu India, Malaysia, Jepang, Thailand, dan Vietnam.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa produk sagu Indonesia diminati oleh pasar global, sehingga perlu dikembangkan untuk meningkatkan daya saing produk, serta meningkatkan kontribusi ekspor sagu terhadap devisa Negara," imbuh Musdhalifah.
Ia pun menegaskan, sagu sebagai pangan sehat perlu terus disosialisasikan dan dikembangkan melalui program pembangunan sagu yang dilakukan secara terpadu dari hulu ke hilir. "Tentunya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait dan terus digulirkan menjadi program berkelanjutan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh sagu, khususnya untuk mendukung ketahanan pangan dan energi,” pungkasnya.
Baca Juga: Sagu, Olahan yang Lekat di Lidah Orang Indonesia
Dalam hal kontribusi sagu terhadap penyediaan lapangan pekerjaan, jumlah tenaga kerja atau petani sagu mencapai 286.007 KK. Sedangkan dalam hal kontribusi ekspor, nilai ekspor sagu di tahun 2019 adalah sebesar Rp108,89 miliar dan total volume 26.625 ton, dengan 5 negara tujuan utama ekspor sagu Indonesia yaitu India, Malaysia, Jepang, Thailand, dan Vietnam.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa produk sagu Indonesia diminati oleh pasar global, sehingga perlu dikembangkan untuk meningkatkan daya saing produk, serta meningkatkan kontribusi ekspor sagu terhadap devisa Negara," imbuh Musdhalifah.
Ia pun menegaskan, sagu sebagai pangan sehat perlu terus disosialisasikan dan dikembangkan melalui program pembangunan sagu yang dilakukan secara terpadu dari hulu ke hilir. "Tentunya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait dan terus digulirkan menjadi program berkelanjutan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh sagu, khususnya untuk mendukung ketahanan pangan dan energi,” pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :