Ada Titik Terang Soal Kejelasan Nasib Nasabah Jiwasraya
Rabu, 21 Oktober 2020 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga mengklaim, meski belum mendapatkan persetujuan dari OJK, pihaknya sudah melakukan persiapan sejak 4-5 bulan lalu. Persiapan itu terdiri atas core business (bisnis inti), operasional perusahaan, penyediaan sumber daya manusia, teknologi, hingga persiapan perizinan.
“Kami sudah melakukan persiapan sekitar 4-5 bulan, kami melakukan persiapan bukan hanya dari sisi perizinan, tetapi sebenarnya yang paling utama adalah persiapan dari sisi operasional, persiapan dari sisi bisnis model, dan juga SDM dan teknologi yang nanti akan dipakai,” ucap Pantro dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, kemarin.
Tidak tanggung-tanggung, Pantro mengaku, IGF Life telah siap dengan 1.100 agen produktif yang bakal menjadi garda terdepan untuk penjualan produk-produk perusahaan. Tak hanya itu, penyediaan teknologi untuk membantu kinerja perseroan pun sudah dilakukan. (Baca juga: Liburan Aman dan Nyaman di Masa Pandemi)
“Jadi, saat ini kami sudah seleksi sekitar 1.100 agen yang akan membantu di dalam penjualan IFG Life. Kami juga sudah menyiapkan dari sisi IT-nya, nanti IT yang mumpuni yang akan mendukung operasional dari IFG Life,” jelasnya.
Dengan persiapan yang dilakukan itu, dia optimistis IFG Life bisa mendobrak pasar asuransi nasional. Apalagi, mayoritas total aset industri asuransi yang mencapai Rp703 triliun masih dikuasai perusahaan asuransi asing.
Untuk bisa memenangkan pasar asuransi itu, Pantro mengaku IFG Life akan berfokus pada tiga lini bisnis utama, yaitu layanan proteksi, baik untuk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, serta program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
“Kami sudah melakukan persiapan sekitar 4-5 bulan, kami melakukan persiapan bukan hanya dari sisi perizinan, tetapi sebenarnya yang paling utama adalah persiapan dari sisi operasional, persiapan dari sisi bisnis model, dan juga SDM dan teknologi yang nanti akan dipakai,” ucap Pantro dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, kemarin.
Tidak tanggung-tanggung, Pantro mengaku, IGF Life telah siap dengan 1.100 agen produktif yang bakal menjadi garda terdepan untuk penjualan produk-produk perusahaan. Tak hanya itu, penyediaan teknologi untuk membantu kinerja perseroan pun sudah dilakukan. (Baca juga: Liburan Aman dan Nyaman di Masa Pandemi)
“Jadi, saat ini kami sudah seleksi sekitar 1.100 agen yang akan membantu di dalam penjualan IFG Life. Kami juga sudah menyiapkan dari sisi IT-nya, nanti IT yang mumpuni yang akan mendukung operasional dari IFG Life,” jelasnya.
Dengan persiapan yang dilakukan itu, dia optimistis IFG Life bisa mendobrak pasar asuransi nasional. Apalagi, mayoritas total aset industri asuransi yang mencapai Rp703 triliun masih dikuasai perusahaan asuransi asing.
Untuk bisa memenangkan pasar asuransi itu, Pantro mengaku IFG Life akan berfokus pada tiga lini bisnis utama, yaitu layanan proteksi, baik untuk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, serta program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
Lihat Juga :