RI Diprediksi Resesi, Luhut: Masih Lebih Baik dari Negara Lain

Kamis, 22 Oktober 2020 - 04:34 WIB
loading...
RI Diprediksi Resesi,...
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/Dok Kemenko Marves
A A A
JAKARTA - Pandemi virus corona tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat tapi juga pada perekonomian Indonesia yang ikut terkena pukulan selama pandemi.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, meskipun begitu saat ini ekonomi Indonesia sudah mulai berangsur pulih. Hal tersebut ditandai dengan angka pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 yang diprediksi lebih baik dari periode sebelumnya.

(Baca juga: Berapa Lama RI Terjebak Resesi? Ini Ramalan Airlangga )

Seperti diketahui, pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia terkontraksi 5,32% secara tahunan (year on year/yoy). Namun pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia diprediksi berkisar minus 2,9%.

Jika hal tersebut terjadi, maka ekonomi Indonesia sudah dipastikan akan mengalami resesi, mengingat selama dua kuartal beruturut-turut ekonomi Indonesia mengalami minus.

“Kalau kita lihat kita kontraksi kuartal kedua 5,3% dan kemudian pada Kuartal-III ini mungkin sekitar 2,9%,” ujarnya dalam acara Outlook 2021: The Year of Opportunity secara virtual, Rabu (21/10/2020).

Menurut Menko Luhut, jika melihat angka tersebut, ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara lain. Mengingat, beberapa negara ekonominya jatuh sangat dalam akibat pandemi.

Menurutnya, hal ini bisa menjadi modal bagi Indonesia untuk menyambut tahun depan. Sehingga diharapkan tahun depan ekonomi RI bisa tumbuh pada kisaran 5%.

“Kita kalau dari sini saya kira masih lebih baik dari banyak negara-negara lain. Nah ini modal pokok kita untuk nanti bisa tumbuh mungkin sekitar 5% lebih pada tahun 2021,” ucapnya.

(Baca juga: Kabar Baik, 3.356 Warga Bogor Raya Sembuh dari Corona )

Luhut menegaskan, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan kekompakan dari berbagai pihak. Justru momen pandemi ini harus dijadikan sebagai titik balik saling mendukung dan bukan saling menyalahkan.

Pemerintah sendiri terus berusaha untuk menjaga keseimbangan dalam penanganan covid-19. Artinya, pemerintah tidak hanya fokus kepada ekonomi saja tapi juga pada kesehatan. “Kemudian ekonomi kalau semua teman-teman sekalian ekonomi dengan Covid-19 ini betul betul harus ditata keseimbangannya,” jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Buka MNC Forum ke-82,...
Buka MNC Forum ke-82, HT Ungkap Peran Strategis Pasar Modal bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Rekomendasi
Instagram Menguji Fitur...
Instagram Menguji Fitur Pengeditan Stories Tanpa Menghapus Postingan
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
Bocor Surat Gianni Infantino...
Bocor Surat Gianni Infantino untuk Argentina usai Final Piala Dunia 2026, Isinya Bikin Heboh
Berita Terkini
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved