Beda dengan Krisis 98 dan 2008, Ekonomi Global Jadi Sulit Cepat Pulih

Kamis, 22 Oktober 2020 - 13:55 WIB
loading...
Beda dengan Krisis 98...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Hampir semua negara di dunia akan mengalami kontraksi. Rentang proyeksi pertumbuhan ekonomi global berada di kisaran -5% sampai -4% di tahun 2020, terburuk dalam 80 tahun terakhir.

Diperkirakan ekonomi global hanya akan rebound secara parsial ke kisaran 3% sampai 4% di 2021. "Namun, proyeksi pertumbuhan 2021 diwarnai ketidakpastian yang tinggi karena tahun depan tampaknya masih akan disertai flukutuasi bisnis yang tajam, dan pemulihan yang tidak merata antar-negara," ujar Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean saat dihubungi di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Prospek lambatnya pemulihan ekonomi global, menurut dia, terjadi karena krisis kali ini memiliki perbedaan dengan dua krisis sebelumnya, paling tidak dalam tiga aspek. Pertama, ada tidaknya faktor penyeimbang pertumbuhan global. ( Baca juga:Waspada Gejolak Ekonomi Global, BI Tahan Suku Bunga Acuan Tetap 4% )

Di tahun 1998 ketika terjadi krisis Asia dan tahun 2008 krisis di wilayah trans Atlantik, namun masih ada wilayah dunia yang saat itu tidak terkena krisis sehingga masih bisa berperan sebagai penyeimbang pertumbuhan global.

"Tapi di tahun 2020 dunia tidak memiliki elemen penyeimbang karena seluruh dunia tanpa terkecuali, terkena krisis," sebut dia.

Adrian memaparkan, di tahun 1998 dan 2008 krisis yang terjadi lebih bersifat finansial dan ekonomi, dan bias ke arah kejutan permintaan. Tetapi pada tahun 2020, krisis yang terjadi dipicu oleh faktor kesehatan atau pandemi Covid-19 yang kemudian menyebabkan terhentinya mobilitas manusia dan goncangan ekonomi sebagai akibat kejutan di sisi penawaran dan permintaan secara simultan. ( Baca juga:Sebelum Fernandinho, Sudah Lima Pemain Man City Cedera )

Bila dalam krisis tahun 1998 dan 2008 negative spillovers yang bersifat wilayah terbantu oleh penyelesaian yang berkerangka regional, maka di 2020 negative spillovers yang bersifat global belum memiliki solusi berkerangka global.

"Proses pengembangan vaksin yang tidak diwarnai oleh kerja sama global secara erat adalah contohnya. Dengan perbedaan ini, sulit untuk membayangkan sebuah skenario pemulihan ekonomi yang akan berlangsung secara cepat," sebut dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
AS Bakal Batasi Penerbangan...
AS Bakal Batasi Penerbangan Internasional, Picu Kekacuan Jutaan Penumpang Global
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Rekomendasi
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Berita Terkini
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved