BRG Gandeng Chevron Beri Pelatihan ke Petani Gambut
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Bagi Sukamto Thamrin, GM Corporate Asset PT Chevron Pacific Indonesia, kegiatan ini merupakan perwujudan dari nilai yang dianut Chevron, yaitu melindungi manusia dan lingkungan. Sukamto berharap kegiatan pelatihan ini bisa menjadi percontohan bagi masyarakat lain untukmengelola lahan tanpa membakarnya. "Semoga kegiatan mengelola lahan tanpa membakar berdampak positif dan masyarakat lain bisa menduplikasinya," ucap dia.
Harapan serupa digaungkan oleh Manajer Senior Hubungan Kelembagaan Bisnis SKK Migas, Safei Syafri, kegiatan ini perlu dicontoh oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya. Terutama dalam menyusun pola sinergi antara pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya. "Ini bagian dari sejumlah besar inisiatif dalam membangun keberlanjutan sektor hulu migas, menyediakan transparansi dan akuntabilitas petani lahan gambut, dan meningkatkan ekonomi masyarakat, serta lingkungan hidup yang baik," tambah Safei.
Baca Juga: Lahan Gambut Butuh Manajemen Konservasi
Apresiasi juga diberikan oleh Kepala Dinas KLH dan Kehutanan Provinsi Riau, Makmun Murod. "Kegiatan ini baik sekali. Semoga pelatihan ini dapat menjadi awal koordinasi dan diskusi dalam program restorasi gambut," kata Makmun.
Pelatihan yang diadakan selama empat hari ini akan membekali peserta tentang pentingnyamenjaga gambut dan teknik pengelolaan yang ramah lingkungan. Tidak tanya itu, peserta juga akan langsung praktik mengelola lahan dan menanam bibit di areal demonstrasi plot (demplot) menggunakan alat pertanian yang diberikan. Bantuan peralatan tersebut berupa mesin pencacah multifungsi, pompa air, dan alattebas, serta cangkul.
Harapan serupa digaungkan oleh Manajer Senior Hubungan Kelembagaan Bisnis SKK Migas, Safei Syafri, kegiatan ini perlu dicontoh oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya. Terutama dalam menyusun pola sinergi antara pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya. "Ini bagian dari sejumlah besar inisiatif dalam membangun keberlanjutan sektor hulu migas, menyediakan transparansi dan akuntabilitas petani lahan gambut, dan meningkatkan ekonomi masyarakat, serta lingkungan hidup yang baik," tambah Safei.
Baca Juga: Lahan Gambut Butuh Manajemen Konservasi
Apresiasi juga diberikan oleh Kepala Dinas KLH dan Kehutanan Provinsi Riau, Makmun Murod. "Kegiatan ini baik sekali. Semoga pelatihan ini dapat menjadi awal koordinasi dan diskusi dalam program restorasi gambut," kata Makmun.
Pelatihan yang diadakan selama empat hari ini akan membekali peserta tentang pentingnyamenjaga gambut dan teknik pengelolaan yang ramah lingkungan. Tidak tanya itu, peserta juga akan langsung praktik mengelola lahan dan menanam bibit di areal demonstrasi plot (demplot) menggunakan alat pertanian yang diberikan. Bantuan peralatan tersebut berupa mesin pencacah multifungsi, pompa air, dan alattebas, serta cangkul.
(nng)
Lihat Juga :