UMKM Pengguna QRIS Tembus 5 Juta Lebih, Bisa Dipakai Lintas Platform
Selasa, 27 Oktober 2020 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengimbangi masifnya pembayaran non-tunai, kata Filia, Bank Indonesia juga memitigasi risiko, dengan mengeluarkan blue print sistem pembayaran Indonesia 2025. “Blue print ini esensinya, kita ingin menciptakan ekosistem yang sehat bagi ekonomi keuangan digital, ada tiga esensi kebijakan (di dalamnya),” lanjut Filia.
Ketiga esensi kebijakan itu mencakup restrukturisasi industri sistem pembayaran, membangun infrastruktur sistem pembayaran yang bisa saling bekerja sama dan terhubung, serta membangun pencatatan dan pendataan yang bisa diakses semua orang.
(Baca Juga: Pandemi Covid-19 Jadi Motor Penggerak Transformasi Digital UMKM )
Berkenaan itu, dompet digital seperti DANA pun turut ambil bagian. DANA bahkan telah melakukan berbagai strategi seperti memberikan fasilitas akun bisnis, pendampingan, membantu promosi usaha kepada pelaku UMKM. Termasuk, mendukung program QRIS yang juga dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) bisa makin dikenal oleh pelaku usaha dan masyarakat.
“Jadi dari yang ditargetkan oleh BI untuk membuat sekitar 2 juta UMKM Go Digital, Dana mendapat peran untuk mendigitalisasikan 150 ribu,” kata CEO Dana Indonesia Vincent Iswara. Target 150 ribu UMKM ini kata Vincent akan dicapai pada akhir 2020.
Kunci yang pertama kata Vincent adalah membuat proses yang sangat mudah bagi UMKM, yang diwujudkan dalam produk Dana Bisnis. “Dana Bisnis adalah untuk bisa meng-on board UMKM tersebut untuk go digital dengan cara lebih cepat, dan mereka bisa langsung masuk ke ekosistem QRIS,” jelas Vincent.
Kedua, setelah tergabung dalam Dana Bisnis, UMKM akan mendapat pendampingan, antara lain dengan pelatihan tentang bagaimana melakukan transaksi, membangun branding, dan lain-lain. Ketiga, promosi. Artinya, Dana akan mempromosikan para UMKM ini yang sudah masuk ke Dana Bisnis kepada user-Dana yang saat ini sudah mencapai 45 juta.
“Kita memberitahukan ke pengguna, merchan UMKM yang sudah di-on-board di ekosistem, misalnya ada yang butuh potong rambut, kita beritahu merchant UMKM yang sudah bisa pakai QRIS,” papar Vincent lagi.
Ketiga esensi kebijakan itu mencakup restrukturisasi industri sistem pembayaran, membangun infrastruktur sistem pembayaran yang bisa saling bekerja sama dan terhubung, serta membangun pencatatan dan pendataan yang bisa diakses semua orang.
(Baca Juga: Pandemi Covid-19 Jadi Motor Penggerak Transformasi Digital UMKM )
Berkenaan itu, dompet digital seperti DANA pun turut ambil bagian. DANA bahkan telah melakukan berbagai strategi seperti memberikan fasilitas akun bisnis, pendampingan, membantu promosi usaha kepada pelaku UMKM. Termasuk, mendukung program QRIS yang juga dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) bisa makin dikenal oleh pelaku usaha dan masyarakat.
“Jadi dari yang ditargetkan oleh BI untuk membuat sekitar 2 juta UMKM Go Digital, Dana mendapat peran untuk mendigitalisasikan 150 ribu,” kata CEO Dana Indonesia Vincent Iswara. Target 150 ribu UMKM ini kata Vincent akan dicapai pada akhir 2020.
Kunci yang pertama kata Vincent adalah membuat proses yang sangat mudah bagi UMKM, yang diwujudkan dalam produk Dana Bisnis. “Dana Bisnis adalah untuk bisa meng-on board UMKM tersebut untuk go digital dengan cara lebih cepat, dan mereka bisa langsung masuk ke ekosistem QRIS,” jelas Vincent.
Kedua, setelah tergabung dalam Dana Bisnis, UMKM akan mendapat pendampingan, antara lain dengan pelatihan tentang bagaimana melakukan transaksi, membangun branding, dan lain-lain. Ketiga, promosi. Artinya, Dana akan mempromosikan para UMKM ini yang sudah masuk ke Dana Bisnis kepada user-Dana yang saat ini sudah mencapai 45 juta.
“Kita memberitahukan ke pengguna, merchan UMKM yang sudah di-on-board di ekosistem, misalnya ada yang butuh potong rambut, kita beritahu merchant UMKM yang sudah bisa pakai QRIS,” papar Vincent lagi.
Lihat Juga :