Zaman Soeharto Bikin Banyak Aset Negara Lenyap, Sri Mulyani: Asal Bangun
Kamis, 29 Oktober 2020 - 10:39 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan hilangnya aset negara paling banyak terjadi di era pemerintahan Presiden Soeharto. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan hilangnya aset negara paling banyak terjadi di era pemerintahan Presiden Soeharto . Pada zaman orde baru terang dia, tidak sedikit aset negara yang jatuh ke tangan pihak swasta.
"Mulanya Indonesia tadinya tidak punya neraca, jadi barang milik negara pun tidak diadministrasikan, tidak direcord. Kita asal bangun waktu bapak Soeharto banyak sekali enggak ada pembukuannya, "ujar Sri Mulyani dalam video yang diunggah Juru Bicara Presiden RI, Kamis (29/10/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani Bongkar Fakta Soal Aset Negara Hilang Diambil Swasta )
Menurut mantan Direktur Bank Dunia itu, buruknya pembukuan negara di Orde Baru membuat aset negara banyak yang hilang. Pembangunan yang masif tidak diikuti oleh neraca yang baik, sehingga berujung pada hilangnya aset.
"Waktu kemudian terjadi krisis, kita punya undang-undang keuangan negara dan perbendaharaan negara. Kita baru mulai membangun neraca keuangan, di situlah baru muncul oh mari kita membukukan dan merecord. Pertama mengadministrasikan, masukkan dulu dalam buku karena dulu sering sekali itu," katanya.
"Mulanya Indonesia tadinya tidak punya neraca, jadi barang milik negara pun tidak diadministrasikan, tidak direcord. Kita asal bangun waktu bapak Soeharto banyak sekali enggak ada pembukuannya, "ujar Sri Mulyani dalam video yang diunggah Juru Bicara Presiden RI, Kamis (29/10/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani Bongkar Fakta Soal Aset Negara Hilang Diambil Swasta )
Menurut mantan Direktur Bank Dunia itu, buruknya pembukuan negara di Orde Baru membuat aset negara banyak yang hilang. Pembangunan yang masif tidak diikuti oleh neraca yang baik, sehingga berujung pada hilangnya aset.
"Waktu kemudian terjadi krisis, kita punya undang-undang keuangan negara dan perbendaharaan negara. Kita baru mulai membangun neraca keuangan, di situlah baru muncul oh mari kita membukukan dan merecord. Pertama mengadministrasikan, masukkan dulu dalam buku karena dulu sering sekali itu," katanya.
Lihat Juga :