Atasi Stunting, Kementan Tanam 50.000 Ha Padi Inpari IR Nutrizinc

Selasa, 03 November 2020 - 20:32 WIB
loading...
Atasi Stunting, Kementan...
Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo sedang meninjau sawah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Foto/Humas Kementan
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah mencanangkan prevalensi stunting sebagai prioritas nasional ditekan serendah-rendahnya dengan target 14 persen pada tahun 2024. Diketahui, salah satu faktor yang menyebabkan kekerdilan atau stunting yakni kurangnya konsumsi gizi zinc (Zn) yang terjadi di masyarakat, utamanya pada anak-anak.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyatakan penanggulangan kekurangan gizi Zn yang berakibat stunting antara lain dengan suplementasi, fortifikasi, dan biofortifikasi yaitu perakitan varietas yang memiliki kandungan gizi target khususnya Zn yang tinggi, sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan. Saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) telah menghasilkan varietas unggul baru (VUB) padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc sebagai salah satu sumber pangan dengan kandungan gizi zinc 6 persen lebih tinggi daripada varietas padi Ciherang.

(Baca juga:Guru Besar Unila: Cegah Stunting dengan Ketahanan Pangan)

"Oleh karena itu, diharapkan Inpari IR Nutri Zinc dapat berperan mengatasi kekurangan gizi Zn yang banyak terjadi di Indonesia. Inpari IR Nutri Zinc sebagai produk biofortifikasi menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting," demikian diungkapkan Suwandi di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Berdasarkan data deskriptif yang dikeluarkan melalui Keputusan Menteri Pertanian tahun 2019, kandungan Zn pada varietas ini adalah 34,51 ppm. Sedangkan varietas lain seperti Ciherang hanya mengandung 24,06 ppm. Varietas ini juga tahan hama dengan umur tanaman padi 115 hari dan potensi produktivitas rata-rata 6,21 ton per hektare (ha).

"Pendekatan dan implementasi di lapangan menggunakan teknologi pertanian 4.0, benih unggul, konsep korporasi dan usaha tani terpadu merupakan upaya Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," terang Suwandi.

Lebih jauh Suwandi menjelaskan pada tahun 2020 Kementan telah menanam seluas 10.000 ha yang tersebar di 9 provinsi yaitu Provinsi Riau seluas 212 ha, Lampung seluas 1.600 ha, Jawa Barat seluas 2.500 ha, Jawa Tengah seluas 2.378 ha, Kalimantan Barat seluas 960 ha, Nusa Tenggara Barat seluas 1.300 ha, Gorontalo seluas 400 ha, Maluku seluas 450 ha dan Papua seluas 200 ha.

"Pada tahun 2021 Kementan akan memperluas penanaman padi biofortifikasi ini seluas 50.000 dan meningkat terus tiap tahun hingga 200.000 ha pada tahun 2024," ucapnya.

Benih varietas Inpari IR Nutri Zinc, sebut Suwandi, telah tersebar luas ke berbagai daerah di Indonesia. Yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

"Kementerian Pertanian akan memproduksi benih Inpari IR Nutri Zinc untuk mempercepat diseminasi dan adopsi tersebut di setiap provinsi. Produksi benih tersebut sekaligus merupakan demplot pengenalan varietas kepada stakeholders di tiap provinsinya," ujarnya.

Lebih lanjut, Suwandi mengatakan Kementan membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk para produsen benih, perguruan tinggi dan penggilingan padi dan instansi pemerintah di berbagai sektor baik di pusat maupun daerah untuk mempercepat penyebaran dan pemanfaatan padi kaya Zn ini dalam mengatasi stunting. Pemanfaatan varietas Inpari IR Nutri Zinc ini pada gilirannya diharapkan dapat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan kualitas sumberdaya manusianya.

"Dengan kualitas sumberdaya yang unggul, diharapkan bonus demografi yang akan datang dapat bermanfaat optimal untuk mewujudkan Indonesia emas di masa depan," tandas Suwandi.

Sebelumnya pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Mentan Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengajak seluruh lapisan masyarakat agar melakukan gerakan bercocok tanam untuk menurunkan angka stunting pada daerah rentan rawan pangan. Terdapat 17 provinsi dan terdiri atas 267 kabupaten di 900 kecamatan yang masuk daerah rawan pangan.

"Selama ini masyarakat mengonsumsi beras tanpa memperhatikan kelengkapan gizi. Dengan adanya Padi Inpari IR Nutri Zinc akan menjadi salah satu sumber pangan dengan kandungan zinc 6 persen lebih tinggi daripada Ciherang. Saya harus jamin di daerah rentan itu tidak stunting. Inovasi dan pengembangan benih padi nutrisi tinggi anti stunting Inpari IR-Nutri Zinc ini salah satu terobosannya," ujar Komandan sapaan akrab SYL.

SYLmenegaskan Kementan terus mengosolidasikan berbagai terobosan inovasi dan teknologi untuk terus memperkuat ketahanan pangan dengan meningkatkan produksi dan menghasilkan komoditas pangan khususnya mengatasi stunting. Dengan demikian ke depan bangsa Indonesia mampu berdaulat penuh atas pangan dan menghidupi negara-negara lain atau dunia.

"Ke depan kita tidak menutup kemungkinan ekspor. Apalagi peran sektor pertanian dalam perekonomian nasional menjadi yang terdepan, terutama di era pandemi Covid 19," ucapnya.

Sebagai Informasi, Zn merupakan unsur gizi yang sangat fital bagi manusia. Zn merupakan komponen komponen lebih dari 300 enzim yang berfungsi antara lain untuk penyembuhan luka, menjaga kesuburan, sintesa protein, meningkatkan daya tahan tubuh. Kemudian berbagai fungsi terkait kesehatan dan produktivitas manusia eczema, rambut rontok, pembentukan organ reproduktif tidak sempurna, menghambat pertumbuhan, pertumbuhan mental tidak sempurna, depresi pasca melahirkan, anemia, selera makan menurun, dan lain-lain.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NHM Peduli Jalankan...
NHM Peduli Jalankan Program 60 Hari Penanganan Stunting di Lingkar Tambang Gosowong
CSR Berkelanjutan Lippo...
CSR Berkelanjutan Lippo Cikarang Cosmopolis, Tanggap Bencana-Penurunan Stunting
Alfamart Perkuat Intervensi...
Alfamart Perkuat Intervensi Gizi Anak pada 2026 dengan 510.000 Butir Telur
Pentingnya Kolaborasi...
Pentingnya Kolaborasi Berkelanjutan dalam Percepatan Penurunan Stunting
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Rumah BUMN BRI Antar...
Rumah BUMN BRI Antar Mahasiswa Rintis Bisnis Camilan Anti-Stunting
Anggota DPRD Jember...
Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Ruang BerAC Saat RDP Tekan Stunting
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Diikuti 700 Pelari,...
Diikuti 700 Pelari, Nutrition Run 2026 Galang Donasi untuk Anak Stunting
Rekomendasi
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Berita Terkini
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved