Dukung Pengembangan Ekonomi, Pos Indonesia Perluas Kemitraan Agen
Senin, 09 November 2020 - 12:30 WIB
loading...
Dukung Pengembangan Ekonomi, Pos Indonesia Perluas Kemitraan Agen
A
A
A
BANDUNG - PT Pos Indonesia (Persero) terus melakukan pengembangan jaringan Agen Pos di seluruh daerah di Indonesia dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
VP Market Places and New Business Channel Makky Muhammad Makmur menyatakan, Agen Pos adalah solusi bisnis kemitraan Pos Indonesia dengan masyarakat. Pola kerja sama yang ditawarkan adalah kemitraan mandiri atau korporasi. Model ini memberi peluang bagi masyarakat membuka usaha baru.
"Konsepnya adalah mengajak masyarakat berwirausaha dalam rangka pemberdayaan ekonomi. Bermodal tekad kuat, masyarakat bisa berkecimpung di bisnis kurir bersama kami dengan konsep saling menguntungkan," jelas Makky Muhammad Makmur.
Menurut dia, pola kemitraan menjadi Agen Pos mandiri dikhususkan bagi perorangan. Syaratnya memiliki tempat strategis dan perangkat komputer lengkap dengan jaringan internet.
Sementara kemitraan Agen Pos konsep Bussiness to Business (B2B) diperuntukkan bagi perusahaan yang telah memiliki jaringan baik cabang atau ritel minimal 100.
"Agen Pos lebih banyak dipusatkan di kawasan bisnis, pusat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kawasan pertokoan, industri dan perumahan," beber dia.
Sejauh ini, kata dia, respons masyarakat bermitra menjadi Agen Pos cukup tinggi. Secara nasional, tercatat ada puluhan ribu mitra yang telah bergabung menjadi Agen Pos. Di Kota Bandung misalnya, jumlah Agen Pos telah mencapai 292 mitra. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah.
VP Market Places and New Business Channel Makky Muhammad Makmur menyatakan, Agen Pos adalah solusi bisnis kemitraan Pos Indonesia dengan masyarakat. Pola kerja sama yang ditawarkan adalah kemitraan mandiri atau korporasi. Model ini memberi peluang bagi masyarakat membuka usaha baru.
"Konsepnya adalah mengajak masyarakat berwirausaha dalam rangka pemberdayaan ekonomi. Bermodal tekad kuat, masyarakat bisa berkecimpung di bisnis kurir bersama kami dengan konsep saling menguntungkan," jelas Makky Muhammad Makmur.
Menurut dia, pola kemitraan menjadi Agen Pos mandiri dikhususkan bagi perorangan. Syaratnya memiliki tempat strategis dan perangkat komputer lengkap dengan jaringan internet.
Sementara kemitraan Agen Pos konsep Bussiness to Business (B2B) diperuntukkan bagi perusahaan yang telah memiliki jaringan baik cabang atau ritel minimal 100.
"Agen Pos lebih banyak dipusatkan di kawasan bisnis, pusat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kawasan pertokoan, industri dan perumahan," beber dia.
Sejauh ini, kata dia, respons masyarakat bermitra menjadi Agen Pos cukup tinggi. Secara nasional, tercatat ada puluhan ribu mitra yang telah bergabung menjadi Agen Pos. Di Kota Bandung misalnya, jumlah Agen Pos telah mencapai 292 mitra. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah.