Pilot Project Korporasi Petani Berbasis Koperasi Ditargetkan Beriperasi Maret 2021
Senin, 09 November 2020 - 23:59 WIB
loading...
Menkop UKM Teten Masduki. Foto/Dok Kemenkop UKM
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pilot project (proyek percontohan) program korporatisasi petani modern berbasis koperasi (corporate modern farming based Cooperative) yaitu KSU Citra Kinaraya Demak, ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2021 dengan Rice Milling Unit (RMU) atau pabrik penggilingan padi berkapasitas 50 ton/hari.
"Saat ini lahan persawahan yang dikelola KSU Citra Kinaraya baru seluas 100 hektar yang akan kita dorong menjadi 1.000 hektar untuk mencapai skala ekonomis atau skala bisnis," ujar Teten usai bertemu dengan pengurus KSU Citra Kinaraya yang merupakan Koperasi Tingkat Provinsi di Semarang, Senin (9/11/2020).
(Baca juga: Target Jokowi, 20 Juta UMKM Nyemplung Platform Digital Tahun Ini )
Terkait pembangunan pabrik beras, KSU Citra Kinaraya akan membentuk perusahaan yang lalu akan membangun pabrik beras dengan nilai investasi total mencapai Rp 40 miliar, di mana 30 persen di antaranya berasal dari koperasi petani. Dalam menggarap lahannya, petani anggota koperasi akan diarahkan mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Kalau sudah ada role model bisnis seperti ini maka perbankan tidak akan ragu mendanai. Kita sudah dapat perbankan yang siap mendanai petani yaitu BNI dan juga didukung penjaminan oleh Jamkrida Jateng," jelas Teten.
"Saat ini lahan persawahan yang dikelola KSU Citra Kinaraya baru seluas 100 hektar yang akan kita dorong menjadi 1.000 hektar untuk mencapai skala ekonomis atau skala bisnis," ujar Teten usai bertemu dengan pengurus KSU Citra Kinaraya yang merupakan Koperasi Tingkat Provinsi di Semarang, Senin (9/11/2020).
(Baca juga: Target Jokowi, 20 Juta UMKM Nyemplung Platform Digital Tahun Ini )
Terkait pembangunan pabrik beras, KSU Citra Kinaraya akan membentuk perusahaan yang lalu akan membangun pabrik beras dengan nilai investasi total mencapai Rp 40 miliar, di mana 30 persen di antaranya berasal dari koperasi petani. Dalam menggarap lahannya, petani anggota koperasi akan diarahkan mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Kalau sudah ada role model bisnis seperti ini maka perbankan tidak akan ragu mendanai. Kita sudah dapat perbankan yang siap mendanai petani yaitu BNI dan juga didukung penjaminan oleh Jamkrida Jateng," jelas Teten.
Lihat Juga :